pro1.id, MARTAPURA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melanjutkan pembangunan lima ruang kelas di SDN Cindai Alus 1, Kecamatan Martapura. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar tahun anggaran 2026 tersebut merupakan kelanjutan pekerjaan tahap awal pada 2024, dengan nilai kontrak mencapai Rp799 juta. 
Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Disdik Kabupaten Banjar, Mahriansyah, menjelaskan pembangunan sebelumnya difokuskan pada persiapan struktur bangunan lantai dua. Sementara pada tahun ini, pekerjaan dilanjutkan untuk menyelesaikan ruang kelas agar dapat segera dimanfaatkan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Pembangunan ini merupakan lanjutan dari pekerjaan tahun 2024. Saat itu kita sudah melakukan pembangunan untuk persiapan struktur lantai dua, sehingga tahun ini dilanjutkan untuk penyelesaiannya,” jelas Mahriansyah, Kamis (5/11/2026).
Ia menyebutkan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp799 juta atau hampir Rp800 juta. Berdasarkan jadwal dalam kontrak, penyelesaian pembangunan ditargetkan pada akhir Desember 2026.

Penambahan ruang kelas menjadi salah satu kebutuhan prioritas di SDN Cindai Alus 1. Pasalnya, sekolah tersebut telah lama mengalami keterbatasan ruang belajar seiring padatnya jumlah penduduk dan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah tersebut.
Mahriansyah mengatakan, pemenuhan kebutuhan ruang kelas diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pendidikan. Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan fasilitas sekolah dan kemampuan anggaran daerah.

Terkait konstruksi bangunan lantai dua, ia memastikan perhitungan struktur telah dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli bersertifikat. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan bangunan memenuhi aspek keamanan dan kelayakan sebelum digunakan.

Di samping pembangunan fisik, Disdik Banjar juga menaruh perhatian terhadap keselamatan siswa selama pekerjaan berlangsung. Pasalnya, lokasi proyek masih berada dalam lingkungan sekolah dan sejumlah akses di sekitarnya tetap digunakan untuk aktivitas siswa.
Mahriansyah mengakui, berdasarkan informasi dan dokumentasi dari konsultan pengawas serta tim teknis, perlengkapan pengamanan proyek sebelumnya telah disiapkan. Namun, dalam pelaksanaan ditemukan beberapa hal yang perlu kembali diperiksa dan diperbaiki.
“Kami akan mempertegas lagi terkait keselamatan konstruksi. Karena akses di sekitar lokasi masih digunakan anak-anak, pengamanan harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Ia meminta penyedia jasa memastikan kembali kelengkapan pengamanan di sekitar area pekerjaan agar aktivitas pembangunan tidak membahayakan siswa. Pihak sekolah juga diharapkan ikut berperan mengawasi dan mengingatkan anak-anak, terutama saat jam istirahat.
Menurutnya, meskipun kegiatan belajar mengajar berlangsung di ruangan lain yang tidak digunakan sebagai lokasi pekerjaan, area pembangunan tetap berada dalam satu lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama antara penyedia jasa dan pihak sekolah untuk menjaga keselamatan selama proyek berlangsung.
Selain pembangunan ruang kelas, Disdik Banjar turut mencermati kondisi halaman sekolah yang berpotensi mengalami genangan. Penanganannya dapat dilakukan melalui perkerasan dengan penambahan batu split maupun perbaikan permukaan halaman.

Namun, penanganan halaman tersebut masih akan melihat kebutuhan dan kondisi di lapangan. Mahriansyah menyebutkan, pemenuhan sarana pendidikan harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak.
Dengan dilanjutkannya pembangunan lima ruang kelas tersebut, Disdik Banjar berharap keterbatasan fasilitas belajar di SDN Cindai Alus 1 dapat teratasi. Pihaknya juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat tetap mengutamakan keselamatan siswa hingga pekerjaan selesai sesuai target kontrak.















