Banjir Genangi Lahan Pertanian di Banjarbaru, Petani Sayur Keluhkan Mutu Panen

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sektor pertanian di Kota Banjarbaru. Sejumlah lahan kebun sayur milik warga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.

Salah satu petani sayur di kawasan Jalan Pondok Mangga, Kelurahan Loktabat Utara, Suyantoro, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kebun yang dikelolanya terdampak genangan. Lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare tersebut mengalami penurunan hasil panen akibat kualitas tanaman yang memburuk.

“Bukan sampai gagal panen, tapi kualitas sayurannya menurun semua,” ujar Suyantoro, Selasa (20/01/2026).

Ia menjelaskan, kebunnya ditanami berbagai jenis sayuran seperti tomat, cabai rawit, cabai keriting, terong, pare, kacang panjang, dan buncis. Namun, sebagian besar tanaman tersebut tidak dapat tumbuh optimal setelah terendam air dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Akses Masuk SPBU Ambles, Truk Terguling di Kawasan Sungai Paring Martapura

“Airnya sampai setinggi lutut, kebun terendam dan hujan terus turun,” katanya.

Suyantoro menuturkan, banjir di wilayah tersebut kerap terjadi setiap musim hujan, khususnya pada bulan Desember. Bahkan, kondisi serupa telah ia alami selama dua tahun berturut-turut.

“Kalau sudah masuk Desember, hampir pasti kebanjiran. Ini sudah dua tahun berturut-turut,” ungkapnya.

Menurutnya, tanaman cabai menjadi komoditas yang paling terdampak akibat genangan air. Selain mengalami kerusakan, hasil panen yang sempat diperoleh juga dinilai kurang layak jual karena kualitasnya menurun.

Baca Juga :  Banjarbaru Sambut 1.000 Peserta di MTN Seni Budaya dan Wabul Sawi Festival

Untuk mengurangi risiko kerugian, ia mengaku mencoba menyesuaikan waktu tanam dengan menghindari musim hujan. Penanaman dilakukan agar masa panen bisa selesai sebelum curah hujan tinggi.

“Nanti tanam lagi, tapi bukan bulan Desember. Biasanya sebelum itu sudah panen,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, Suyantoro juga menyoroti sistem drainase di sekitar kebun yang dinilai belum optimal. Ia menyebut ukuran gorong-gorong yang kecil serta sering tersumbat membuat aliran air tidak lancar dan memperparah genangan saat hujan deras.

“Air mengalir ke bawah, tapi gorong-gorongnya kecil dan sering mampet,” pungkasnya.

Berita Terkait

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan
DPRD Banjarbaru Proses Pergantian Ketua, Nama Muhammad Syahrial Diusulkan Gantikan Gusti Rizky
Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik
Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik
Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu
Di Balik Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita di Banjarbaru, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kepedulian Sekitar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:41 WITA

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:37 WITA

DPRD Banjarbaru Proses Pergantian Ketua, Nama Muhammad Syahrial Diusulkan Gantikan Gusti Rizky

Senin, 15 Juni 2026 - 10:10 WITA

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:13 WITA

Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Berita Terbaru

Kota Banjarbaru

Banjarbaru Resmikan Perda Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:41 WITA

Kabupaten Banjar

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:55 WITA