BGN Libatkan Pakar Multidisiplin untuk Usut Kasus Keracunan Program MBG

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 11:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : INFOPUBLIK

FOTO : INFOPUBLIK

pro1.id, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dan tegas setelah mencuatnya kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Demi memastikan keamanan konsumsi masyarakat sekaligus menjaga kredibilitas program pangan pemerintah, BGN membentuk tim investigasi gabungan dengan melibatkan berbagai unsur.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menerangkan bahwa tim dibagi ke dalam dua jalur utama. Jalur pertama melibatkan struktur internal BGN, khususnya Deputi Tauwas yang menangani fungsi pemantauan dan pengawasan. Tim ini akan bersinergi dengan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dinas kesehatan, serta pemerintah daerah setempat untuk melakukan penelusuran menyeluruh.

Sementara itu, jalur kedua mengikutsertakan tenaga ahli independen dari beragam bidang keilmuan. Menurut Nanik, pendekatan multidisiplin dipandang mutlak agar penyelidikan tidak semata-mata berpusat pada kemungkinan kelalaian Standar Operasional Prosedur (SOP), melainkan juga menelaah faktor lain yang berpotensi menjadi pemicu.

Baca Juga :  Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas

“Dalam tim investigasi ini, kami rangkul para pakar dari berbagai disiplin agar kajiannya lebih objektif. Dengan begitu, penyebab kasus bisa ditelusuri dari seluruh sisi, bukan hanya dari SOP,” jelas Nanik dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (29/9/2025).

Tim independen tersebut dihimpun dari kalangan akademisi dan praktisi, meliputi ahli kimia, farmasi, kuliner, hingga spesialis bidang pangan lainnya. Mereka diberi mandat untuk meneliti secara detail 70 laporan kasus keracunan yang tercatat sejak Januari sampai September 2025. Kasus-kasus tersebut dilaporkan menimpa ribuan penerima manfaat program MBG di berbagai daerah.

Data resmi BGN mencatat total 5.914 orang terdampak. Dari jumlah itu, wilayah Pulau Jawa menempati angka tertinggi dengan 41 kasus dan 3.610 korban. Wilayah Sumatera menyusul dengan 9 kasus yang melibatkan 1.307 korban, sedangkan wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara) mencatat 20 kasus dengan 997 korban.

Baca Juga :  Mahasiswa ULM Berperan Penting di Balik Sukses Atlet Kalsel di POPNAS XVII 2025

Hasil identifikasi awal menemukan berbagai bakteri patogen sebagai penyebab utama. Kontaminasi Escherichia coli ditemukan pada air, nasi, tahu, dan ayam. Bakteri Staphylococcus aureus terdeteksi pada tempe dan bakso, sementara Salmonella ditemukan pada ayam, telur, dan sayuran. Selain itu, Bacillus cereus teridentifikasi pada mie, serta Coliform, PB, dan Klebsiella pada air yang tercemar.

Dengan dibentuknya tim investigasi ganda ini, BGN menegaskan komitmennya untuk segera menemukan akar permasalahan sekaligus merumuskan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Berita Terkait

Peringati Hari Bumi Sedunia : Mapala Piranha FPIK ULM Gelar Trail Run “Borneo Biometrial Run 2026”, Gabungkan Pegunungan dan Pantai
Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala
Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026
Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan
Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok
Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru
Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 04:44 WITA

Peringati Hari Bumi Sedunia : Mapala Piranha FPIK ULM Gelar Trail Run “Borneo Biometrial Run 2026”, Gabungkan Pegunungan dan Pantai

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WITA

Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala

Jumat, 10 April 2026 - 14:41 WITA

Imipas Perketat Pengawasan, Menteri Agus Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkotika di Lapas

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:51 WITA

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:26 WITA

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:56 WITA