pro1.id, MARTAPURA – DPRD Kabupaten Banjar menanggapi masukan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar terkait pentingnya pengawasan terhadap mahasiswa asal Banjar yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah, khususnya di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.



Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, H Fauzan Asniah, menegaskan bahwa perhatian terhadap mahasiswa di luar negeri memang perlu ditingkatkan, terutama bagi mereka yang berada di daerah rawan konflik.
Berdasarkan data, tercatat sekitar 49 mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Banjar sejak tahun 2023 yang saat ini menempuh pendidikan di luar negeri, di antaranya di Mesir dan Yaman.
“Artinya kita harus peduli, tidak hanya mahasiswa di Timur Tengah, tapi juga mahasiswa asal Banjar yang berada di luar negeri. Namun dalam kondisi sekarang, yang di Timur Tengah tentu perlu perhatian lebih,” ujarnya, Senin (6/4/2026).


Ia menekankan pentingnya langkah pendataan secara detail, terutama untuk mengetahui secara pasti jumlah mahasiswa yang berada di wilayah konflik, termasuk di negara seperti Lebanon.

“Kita harus teliti, cari betul berapa jumlah mahasiswa kita di sana, terutama di daerah konflik. Jangan sampai kita lengah, karena mereka bagian dari warga kita,” katanya.


Selain pendataan, DPRD juga mendorong adanya pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan agar para mahasiswa tetap aman dan tidak terlibat dalam situasi berbahaya.
“Kita ingin memastikan mereka tidak sampai terlibat dalam konflik. Pengawasan dan pembinaan itu penting sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.
Ia juga menyebut, ke depan perlu dirumuskan langkah konkret oleh pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan, termasuk mencari mekanisme terbaik agar komunikasi dengan mahasiswa di luar negeri tetap terjalin dengan baik.
“Paling tidak kita bisa mengawasi dan membina mereka. Kita akan cari langkah terbaik untuk itu,” tutupnya.










