Gali Potensi Desa dan Kecamatan Berbasis Pangan Lokal, DKPP Banjar Gelar Festival B2SA dan LMSI 2026

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 14:38 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJAR – Potensi pangan lokal di tingkat desa dan kecamatan terus didorong untuk dikembangkan menjadi beragam olahan yang kreatif, bergizi dan memiliki nilai tambah. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Festival Pangan B2SA dan LMSI Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Selasa (1/9/2026). Festival diikuti kader dari 20 kecamatan yang berkompetisi dalam dua kategori, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) serta Lomba Masak Serba Ikan (LMSI).

Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, mengatakan festival tersebut menjadi wadah untuk menggali potensi dan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di wilayah masing-masing.

“Yang pasti kita mengangkat potensi lokal, terutama bahan-bahan yang tersedia di desa atau kecamatan masing-masing. Itu yang mereka tampilkan dan kreasikan,” ujarnya.

Menurut Sipliansyah, pengembangan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana bahan tersebut dapat diolah menjadi menu yang menarik dan memiliki nilai gizi.

Khusus LMSI, kreativitas peserta dalam mengolah ikan menjadi berbagai jenis makanan juga diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak untuk mengonsumsi ikan.

“Supaya anak-anak suka makan ikan. Jadi mereka bukan hanya makan ikan utuh, tetapi juga ada olahan dari ikan. Ini kreasi dan diversifikasi olahan dari mereka yang kita nilai,” jelasnya.

Baca Juga :  DKPP Banjar Hadirkan Beras Lokal dan Ikan Murah di Pasar Murah Halaman Kantor Bupati

Selain menjadi ajang kreativitas, festival ini juga diharapkan mampu membuka peluang munculnya berbagai inovasi pangan berbasis potensi daerah. Bahan-bahan yang digunakan peserta berasal dari sumber pangan yang tersedia di desa maupun kecamatan masing-masing.

Dalam proses penilaian, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan makanan yang menarik, tetapi juga memperhatikan sejumlah aspek sesuai kategori lomba. Tim juri memberikan penilaian sekaligus evaluasi terhadap sajian yang ditampilkan peserta.

Salah satu juri LMSI, Head Chef Grand Tan Hotel, Wahyu Nugroho, mengatakan kreativitas peserta terlihat dari cara mereka memanfaatkan bahan pangan yang tersedia untuk menghasilkan menu yang berbeda.

“Kalau untuk penilaian, kita punya kriteria sendiri. Sambil menilai, kita juga memberikan masukan dan evaluasi kepada beberapa peserta terkait masakannya,” katanya.

Sementara itu, juri dari unsur ahli gizi RSUD Ratu Zalecha, Surya, menilai peserta telah berupaya memanfaatkan sumber pangan yang ada di wilayah masing-masing dengan kreativitas yang cukup beragam.

“Kita bisa melihat bagaimana kreativitas ibu-ibu di kecamatan dalam memanfaatkan sumber pangan yang mereka punya. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin dan mudah-mudahan hasilnya bisa dikembangkan menjadi potensi yang lebih baik,” ujarnya.

Dari kategori B2SA, Kecamatan Sambung Makmur berhasil meraih juara pertama dengan nilai 169,2. Posisi kedua diraih Kecamatan Sungai Pinang dengan nilai 160,4, disusul Kecamatan Aranio dengan nilai 153,8.

Baca Juga :  Aksi Lingkungan Mapala Piranha FPIK ULM, Seribu Pohon Ditanam di Kawasan Kiram

Sementara itu, Kecamatan Karang Intan meraih Harapan I dengan nilai 151,2, Beruntung Baru Harapan II dengan nilai 145,8, dan Mataraman Harapan III dengan nilai 144,8. Adapun predikat Juara Favorit diraih Kecamatan Kertak Hanyar dengan nilai 139,6.

Pada kategori LMSI, perlombaan terbagi dalam tiga jenis menu, yakni menu balita, menu keluarga dan menu kudapan.

Untuk menu balita, juara pertama diraih Kecamatan Martapura Timur dengan nilai 104, disusul Tatah Makmur dengan nilai 103,25 dan Sungai Tabuk dengan nilai 101.

Pada menu keluarga, Kecamatan Tatah Makmur menjadi juara pertama dengan nilai 112,3, kemudian Martapura Timur dengan nilai 110,7 dan Sungai Tabuk dengan nilai 98,5.

Sedangkan kategori menu kudapan dimenangkan Kecamatan Martapura Timur dengan nilai 117,25. Posisi kedua diraih Kecamatan Aranio dengan nilai 102,5 dan posisi ketiga Kecamatan Tatah Makmur dengan nilai 99,2.

Sipliansyah berharap hasil festival tidak berhenti pada perlombaan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kreasi pangan yang mampu memperkenalkan potensi masing-masing wilayah.

Khusus bagi pemenang LMSI, pihaknya juga menyiapkan kesempatan untuk membawa nama Kabupaten Banjar pada ajang tingkat provinsi tahun mendatang.

“Harapan kami, khususnya pemenang Lomba Masak Serba Ikan, nantinya akan kita ikutkan pada lomba tingkat provinsi tahun depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT
Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare
Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat
Pemkab Banjar Respons Anak Mengamen di Lampu Merah Sekumpul, Penanganan Utamakan Perlindungan
Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan
Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus
Perhiasan hingga Ponsel Hilang, Polisi Dalami Dugaan Perampokan Berujung Kematian Lansia di Martapura
Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah, Polisi Telusuri Barang yang Diduga Hilang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WITA

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 September 2026 - 11:12 WITA

Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WITA

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 September 2026 - 16:50 WITA

Pemkab Banjar Respons Anak Mengamen di Lampu Merah Sekumpul, Penanganan Utamakan Perlindungan

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WITA

Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 Sep 2026 - 11:55 WITA

Kabupaten Banjar

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 Sep 2026 - 17:30 WITA