Kendala Teknis Warnai Distribusi Program MBG di Banjar, SPPG Lakukan Evaluasi dan Perketat Prosedur

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 13:46 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar masih menghadapi sejumlah hambatan, khususnya terkait kualitas makanan saat proses distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Beberapa laporan dari lapangan menyebutkan adanya makanan yang berubah aroma hingga dikhawatirkan basi ketika sampai ke tangan siswa.

Koordinator Wilayah Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Banjar, Shinta Aulia, mengakui masih terdapat titik dapur yang belum sepenuhnya konsisten menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Salah satu faktor yang dicurigai adalah kebiasaan mengemas makanan ketika masih dalam kondisi panas.

“Kalau makanan langsung dikemas tanpa pendinginan, uap panas bisa menimbulkan kondensasi dan mempercepat kerusakan. Seharusnya ada jeda pendinginan dulu supaya aman saat dibagikan,” jelas Shinta, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, BGN sebenarnya telah menetapkan SOP yang rinci. Alurnya dimulai dari penerimaan bahan baku pada sore hari, dilanjutkan persiapan hingga malam, kemudian memasak pada dini hari sekitar pukul 02.00–03.00. Setelah proses memasak selesai, makanan wajib didinginkan, baru kemudian dilakukan pemorsian dan pengemasan.

Baca Juga :  Keributan Berujung Duka, Warga Martapura Timur Ditemukan Tewas Bersimbah Luka

Namun, Shinta menduga ada sebagian tim di lapangan yang bekerja tergesa-gesa sehingga tahapan pendinginan tidak dijalankan secara optimal. “Kalau tim terburu-buru, tentu bisa memengaruhi kualitas makanan ketika sampai di sekolah,” tambahnya.

SPPG Banjar juga menerapkan batasan distribusi maksimal 30 menit perjalanan dari dapur ke lokasi sekolah. Kebijakan ini bertujuan mencegah makanan mengalami kerusakan di perjalanan. Jika ada laporan dari guru mengenai kualitas makanan, pihak SPPG segera melakukan koordinasi cepat.

“Bila memungkinkan, makanan langsung diganti. Kalau tidak, ditarik supaya tidak dikonsumsi,” tegas Shinta.

Selain mengatur waktu distribusi, SPPG memperketat kebersihan wadah makan atau ompreng yang dipakai siswa. Proses sterilisasi dilakukan berlapis, mulai dari pencucian, penyiraman dengan air panas, hingga pengeringan menggunakan mesin bersuhu tinggi. Langkah ini ditempuh agar makanan tetap higienis saat dikonsumsi anak-anak.

Baca Juga :  Kali Pertama Se-Kalsel, Kabupaten Banjar Peringkat I Produksi Perikanan Budidaya Tertinggi di Tahun 2025

Shinta menekankan, sejauh ini memang belum ada laporan resmi mengenai kasus keracunan di wilayah Banjar. Namun sejumlah catatan teknis akan dievaluasi agar tidak berulang.

“Kami menginstruksikan seluruh koordinator titik untuk lebih aktif mengawasi relawan supaya SOP benar-benar dijalankan,” katanya.

Lebih jauh, ia juga menyampaikan imbauan kepada orang tua agar tidak perlu merasa cemas berlebihan. Menurutnya, tujuan utama program MBG tetap diarahkan pada pemenuhan gizi anak sekolah.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas makanan mulai dari bahan baku, sumber air, hingga proses memasak, supaya yang diterima siswa sesuai standar,” ujarnya menutup keterangan.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA