pro1.id, BANJARBARU – Upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di RSD Idaman Banjarbaru terus didorong melalui program pengampuan dari pemerintah pusat. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah.



Dokter spesialis neonatologi, Rinawati Rohsiswatmo, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan sejumlah layanan prioritas yang perlu diperkuat di rumah sakit daerah. Secara umum terdapat sekitar 10 layanan utama, mulai dari penanganan penyakit jantung, stroke, kanker, hingga tuberkulosis.

Namun demikian, ia menekankan bahwa layanan KIA memiliki posisi yang sangat krusial dibandingkan layanan lainnya.
“Kalau penyakit seperti jantung atau kanker masih ada peluang sembuh. Tapi kalau ibu meninggal saat melahirkan, dampaknya besar bagi keluarga. Begitu juga jika bayi meninggal, itu menyangkut masa depan generasi,” ujarnya.


Menurutnya, pengampuan merupakan bentuk pendampingan dari pemerintah pusat untuk memastikan setiap rumah sakit memiliki standar layanan yang memadai. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa peningkatan kompetensi tenaga medis, tetapi juga mencakup sarana prasarana hingga sistem pelayanan.

Dalam penilaiannya, RSD Idaman Banjarbaru menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bahkan, dari sisi klasifikasi layanan, rumah sakit tersebut dinilai sudah berada pada level “utama”, meskipun sebelumnya masih dikategorikan “madya”.


“Kalau melihat kondisi saat ini, sebenarnya sudah mengarah ke utama. Tinggal melengkapi beberapa aspek agar benar-benar sesuai standar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya percepatan peningkatan layanan agar tidak tertinggal dari rumah sakit rujukan lain di Kalimantan Selatan, seperti RSUD Ulin Banjarmasin yang saat ini telah berada pada level utama dan tengah didorong menuju paripurna.
Program penguatan KIA di RSD Idaman dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang, mengingat dukungan sumber daya manusia yang cukup lengkap, mulai dari dokter spesialis anak hingga dokter kandungan.
“Potensinya sudah ada, tinggal dimaksimalkan. Kalau layanan ini benar-benar naik kelas, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dengan peningkatan status layanan, rumah sakit juga berpotensi mendapatkan dukungan lebih besar, baik dari sisi pembiayaan melalui BPJS maupun bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat.
Ke depan, penguatan layanan KIA di RSD Idaman diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih komprehensif, khususnya bagi ibu dan anak.
Reporter : Muhamad Yuanda Putra
Editor : Muhammad Ervan Ariya Ramadani










