pro1.id, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby meminta penanganan kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa salah satu sekolah di Banjarbaru dilakukan dengan mengutamakan pendampingan terhadap korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Menurut Erna Lisa, kasus tersebut sebelumnya sudah lebih dulu ditindaklanjuti pihak kepolisian dan orang tua korban juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kapolres sudah lebih awal menindaklanjuti persoalan ini dan orang tua korban juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah turut melakukan pendampingan dan mediasi terhadap kedua belah pihak agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengabaikan kondisi psikologis anak.
“Intinya kami fokus kepada korban supaya anak tidak menjadi trauma. Karena itu perlu pendampingan dan mediasi dari pemerintah bersama SKPD terkait,” katanya.
Erna Lisa juga menekankan pentingnya pengawasan dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
“Sekolah tentu harus terus melakukan pengawasan supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Polres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda menyampaikan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait dugaan perundungan tersebut dan saat ini masih melakukan proses penyelidikan.
“Kami sudah menerima laporan dan melakukan langkah penyelidikan maupun penyidikan,” ujarnya.
Namun demikian, polisi tetap membuka ruang mediasi bagi kedua belah pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Selama kurang lebih tiga bulan ini kami memberikan ruang mediasi. Tetapi sampai sekarang masih deadlock, sehingga pemerintah daerah juga turut dilibatkan untuk membantu mencarikan solusi,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, pihaknya berencana kembali mempertemukan para pihak untuk melanjutkan proses mediasi dengan harapan ditemukan penyelesaian terbaik.









