BPBD Banjar Dorong Pembentukan Kecamatan Siaga Bencana Lewat Program KENCANA

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 21:05 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BPBD menggelar kegiatan sosialisasi Program Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) Tahun Anggaran 2025, bertempat di Aula Kecamatan Martapura pada Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta dari unsur kecamatan dan desa, yang dibagi dalam dua angkatan pelatihan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, secara resmi membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dari tingkat bawah.

“Program ini adalah langkah awal dalam membentuk sistem siaga bencana berbasis komunitas. Kami ingin desa dan kecamatan tidak hanya jadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Menurutnya, KENCANA tidak hanya menyasar aspek teknis penanganan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran dan kepemimpinan lokal dalam merespons potensi bencana.

“Kami berharap perangkat desa dan kecamatan mampu mengedukasi warganya sendiri, memetakan risiko, dan menyusun rencana aksi. Ini bukan lagi soal siapa yang datang menolong, tapi seberapa siap kita sebelum bencana datang,” lanjut Yayan.

Program KENCANA merupakan bagian dari strategi jangka panjang BPBD Banjar dalam memperkuat kapasitas kelembagaan di wilayah rawan bencana. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mulai dari komunikasi risiko, kajian kerentanan, pertolongan pertama, hingga praktik simulasi di lapangan.

Baca Juga :  Jumlah Desa Mandiri di Banjar Meningkat Jadi 114, DPMD Bidik 10 Desa Lagi pada 2026

Kegiatan ini juga mendukung visi pembangunan daerah yang terangkum dalam konsep Banjar MANIS (Maju, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera).

“Banjar yang tangguh dimulai dari kecamatan yang siaga. Gerakan KENCANA adalah pondasi menuju masyarakat yang mandiri dalam penanganan risiko,” tegas Yayan.

Tim teknis BPBD yang hadir juga memberikan simulasi langsung serta menyampaikan pentingnya koordinasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan relawan desa dalam mempercepat respons saat terjadi bencana.

Berita Terkait

Jumat Bersih di Tambak Anyar Ulu, Mahasiswa KKN dan Warga Gotong Royong Angkut Sampah Plastik
PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:31 WITA

Jumat Bersih di Tambak Anyar Ulu, Mahasiswa KKN dan Warga Gotong Royong Angkut Sampah Plastik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA