pro1.id, MARTAPURA – Usai diterpa angin kencang pada Sabtu malam (8/11/2025), sejumlah rumah warga di Kabupaten Banjar mengalami kerusakan. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar langsung menurunkan tim untuk meninjau dan memverifikasi kondisi di lapangan.
Petugas dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjar mendatangi beberapa wilayah terdampak, di antaranya Desa Sungai Kitano dan Pematang Baru di Kecamatan Martapura Timur serta Desa Sungai Tuan Ilir di Kecamatan Astambul.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, cuaca ekstrem tersebut berdampak pada delapan desa di lima kecamatan, dengan total 23 rumah rusak yang dihuni oleh 23 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Azhar Alamsyah, S.Sos menjelaskan bahwa verifikasi lapangan ini menjadi langkah awal sebelum penyaluran bantuan dilakukan.
“Kami ingin memastikan data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Hasil pengecekan inilah yang nantinya menjadi dasar pemberian bantuan,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (11/10/2025).
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Agus Siswanto, menambahkan bahwa proses verifikasi sangat penting agar penanganan pascabencana bisa tepat sasaran.
“Kami tidak hanya mengandalkan laporan tertulis. Setiap data diverifikasi langsung agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga,” katanya.
Pihak BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca tidak menentu di masa pancaroba, serta menjaga lingkungan sekitar agar risiko bencana bisa diminimalkan.









