pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Program Keluarga SIGAP mengadakan Workshop Program SIGAP di Hotel Rodhita Banjarbaru. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, (12/11/2025), mulai pukul 09.00 WITA, dan diikuti oleh para camat, kepala desa, serta perwakilan puskesmas dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar.
Workshop tersebut menjadi bagian dari strategi exit program SIGAP yang telah dijalankan selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Program ini berfokus pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun serta edukasi mengenai konsumsi makanan bergizi seimbang.
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan, program SIGAP telah banyak memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan kesehatan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa direplikasi di tingkat desa, terutama dalam penerapan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun dan edukasi gizi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banjar akan berupaya memperluas jangkauan program tersebut dengan cara mengintegrasikannya ke dalam program kesehatan yang sudah berjalan, seperti PHBS dan percepatan penurunan stunting.
“Selama program ini membawa manfaat bagi masyarakat, tentu kami akan berkolaborasi dan menyinergikannya dengan kegiatan yang sudah ada,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Widya Wiri Utami, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pada beberapa indikator kesehatan masyarakat.
“Selama tiga tahun terakhir, cakupan imunisasi meningkat, begitu pula dengan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun. Meski begitu, aspek perbaikan gizi masih perlu ditinjau lebih lanjut,” jelasnya.
dr. Widya juga menekankan bahwa tantangan utama setelah berakhirnya program SIGAP adalah menjaga keberlanjutan perubahan perilaku masyarakat agar tidak berhenti setelah program selesai. Karena itu, workshop yang berlangsung selama dua hari ini juga menjadi ajang memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, camat, dan kepala desa.
“Kita ingin memastikan pambakal, camat, dan kepala puskesmas tetap melanjutkan kegiatan ini agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap kader-kader kesehatan yang telah dilatih selama pelaksanaan SIGAP dapat terus berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa serta memperkuat kemandirian daerah dalam bidang kesehatan.









