pro1.id, MARTAPURA – Menyambut pelaksanaan momen 5 Rajab, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar mengumumkan bahwa puluhan sekolah telah siap berpartisipasi menyediakan fasilitas bagi jemaah. Hingga 8 Desember 2025, tercatat 55 satuan pendidikan yang menyatakan kesediaannya menyiapkan layanan mulai dari tempat beristirahat, area parkir, hingga penginapan.
Sekretaris Disdik Banjar, Tisnohadi Harimurti, menyampaikan bahwa sekolah yang berpartisipasi berada pada jenjang TK hingga SMP.
“Untuk sementara, ada 17 TK, 32 SD dan 6 SMP yang siap dijadikan lokasi layanan bagi jemaah pada momen 5 Rajab,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/12/2025).
Beragam Pola Penyediaan Konsumsi
Tisnohadi menjelaskan bahwa setiap sekolah diberi kebebasan dalam pengaturan konsumsi bagi jemaah.
“Sebanyak 20 sekolah memilih membuat dapur mandiri, sementara 35 lainnya bergabung dengan dapur umum terdekat, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat,” jelasnya.
Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi tahun lalu, di mana kesiapan konsumsi menjadi salah satu poin penting.
Penginapan Dibuka Sesuai Kesiapan Sekolah
Ia menjelaskan bahwa Disdik tidak menetapkan jadwal baku untuk pembukaan penginapan.
“Sebagian sekolah sudah menerima jemaah sejak tiga hari sebelum acara. Kami tidak membatasi karena situasi tiap sekolah berbeda,” katanya.
Durasi pelayanan juga tidak seragam. Ada sekolah yang tetap melayani jemaah hingga satu atau dua hari setelah acara selesai. Perbedaan kapasitas pun bergantung pada sarana yang tersedia.
“Beberapa menggunakan aula, ada yang memakai ruang kelas, bahkan musala. Jadi daya tampungnya tentu tidak sama,” tambahnya.
Dukungan dari Guru hingga Komite Sekolah
Pengelolaan tempat penginapan melibatkan guru, tenaga kependidikan, pegawai sekolah, hingga komite orang tua dan warga sekitar. Menurut Tisnohadi, sekolah yang telah masuk dalam daftar umumnya terletak di jalur strategis menuju pusat acara.
“Yang kami utamakan adalah sekolah-sekolah yang berada di lintasan jemaah, baik arah masuk Martapura maupun titik-titik yang cocok untuk rest area dan parkir,” ungkapnya.
Data Masih Bisa Bertambah
Tisnohadi menegaskan bahwa angka 55 sekolah masih bersifat sementara.
“Pendaftaran masih dibuka sampai H-3. Per 8 Desember ini masih ada sekolah yang menyempurnakan kesiapan mereka,” ujarnya.
Belajar Bisa Beralih Daring
Mengenai kegiatan belajar mengajar, Disdik masih melakukan kajian.
“Untuk sekolah yang digunakan sebagai tempat penginapan, ada kemungkinan pembelajaran dilakukan secara daring atau melalui penyesuaian lain. Kami masih menunggu arahan pimpinan daerah,” terangnya.
Tahun sebelumnya, sekolah yang ikut melayani jemaah menjalankan pembelajaran jarak jauh.
Di akhir pernyataan, Tisnohadi mengajak jemaah memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah.
“Daftar sekolah yang menjadi penginapan, rest area, dan parkir akan kami umumkan. Silakan digunakan. Kami berharap semakin banyak sekolah yang terlibat agar pelayanan bagi jemaah semakin optimal,” pungkasnya.









