pro1.id, BANJARBARU – Kenaikan permukaan air di dua sungai besar di Kalimantan Selatan kembali menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel. Pemerintah provinsi meminta masyarakat yang tinggal di daerah hilir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir pada musim penghujan saat ini, Selasa (9/12/2025).
Data terbaru dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menunjukkan bahwa ketinggian air di Sungai Riam Kiwa mencapai 8,60 meter, sedangkan Sungai Riam Kanan berada di angka 6,80 meter. Keduanya masuk kategori waspada, sehingga pemantauan diperketat.
Ariansyah, Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, mengungkapkan bahwa status siaga 1 mulai diberlakukan sejak Senin sore. Informasi tersebut segera diteruskan kepada pihak terkait dan warga yang berada di jalur aliran sungai.
“Status siaga 1 sudah kami aktifkan sejak pagi, dan notifikasi sudah disalurkan ke daerah-daerah yang berpotensi terdampak,” ujarnya.
Hingga sore hari, BPBD belum menerima laporan adanya permukiman yang terendam banjir. Kondisi debit air pun disebut masih stabil.
“Laporan yang kami terima hingga pukul 17.00 Wita tidak menunjukkan ada rumah warga yang terendam,” katanya.
Menurut pantauan petugas lapangan BWS, elevasi air di bagian hulu justru mulai menunjukkan tren penurunan, menandakan kondisi sementara relatif terkendali.
“Informasi dari petugas di lapangan menyebutkan bahwa air di hulu sudah berangsur turun,” jelas Ariansyah.
Kendati demikian, BPBD tetap meminta masyarakat melaporkan segala tanda yang berpotensi menjadi ancaman, baik melalui aparat desa maupun call center Pusdalops BPBD Kalsel di 0857-7603-2729.
Ariansyah juga mengingatkan warga bantaran sungai untuk menyiapkan langkah mitigasi, mulai dari menentukan tempat evakuasi hingga mempersiapkan perlengkapan darurat dan dokumen penting.
“Jika situasi berkembang menjadi tidak aman, evakuasi mandiri adalah langkah terbaik untuk dilakukan lebih awal,” tegasnya.









