pro1.id, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mengeluarkan peringatan dini bagi para pelaku perikanan, baik pembudidaya maupun nelayan, setelah adanya laporan peningkatan tinggi muka air (TMA) di Sungai Riam Kanan dari BPBD Kalsel pada Selasa (9/12/2025).
Data terbaru yang disampaikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menunjukkan bahwa permukaan air di Sungai Riam Kanan naik hingga mencapai elevasi 6,80 meter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas budidaya dan penangkapan ikan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan bahwa cuaca ekstrem dan kenaikan debit air harus diantisipasi serius oleh pembudidaya yang menggunakan keramba maupun yang beroperasi di sekitar waduk.
“Dengan ketinggian air yang sudah mencapai lebih dari 6,8 meter, penguatan tali keramba menjadi langkah paling mendesak. Bila kondisi masih terus meningkat, pemindahan ikan ke kolam darat bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko kehilangan stok,” jelas Bandi.
Ia juga mengingatkan pembudidaya kolam air tenang agar memperhatikan kualitas air selama curah hujan tinggi. Bandi menyebut perubahan suhu dan debit air secara tiba-tiba dapat menyebabkan stres pada ikan, bahkan berujung pada kematian massal.
“Vitamin tambahan, terutama vitamin C, dan pemberian garam sangat membantu menjaga daya tahan ikan. Pastikan pula saluran pembuangan tidak tersumbat dan tetap berfungsi agar air tidak meluap saat aliran dari hulu meningkat,” katanya.
Selain sektor budidaya, Bandi yang juga menjabat sebagai Plt Kabid Perikanan Tangkap turut mengingatkan nelayan di daerah pesisir, termasuk wilayah Kecamatan Aluh-Aluh. Ia menjelaskan bahwa nelayan sedang menghadapi potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang beberapa hari terakhir dipicu cuaca ekstrem.
“Sebelum berangkat, pantau dulu kondisi cuaca. Bila gelombang tidak bersahabat, keselamatan harus didahulukan. Jangan memaksakan diri,” tegasnya.
Bandi juga menekankan pentingnya perlengkapan keselamatan di kapal bagi nelayan yang tetap memilih melaut. “Pastikan membawa pelampung, kompas, dan alat keselamatan lainnya. Bila tetap turun ke laut, jangan berlayar jauh dari pelabuhan atau titik keberangkatan,” imbaunya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak stabil, DKPP Banjar kembali mengimbau seluruh pelaku perikanan untuk disiplin menjalankan langkah pengamanan agar kegiatan tetap berjalan dengan aman tanpa mengabaikan keselamatan.









