pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar mengukuhkan komitmen memperkuat inovasi daerah melalui kegiatan Laboratorium Inovasi 2025 yang digelar di Ballroom Sky Convention Center, Gambut, Kamis (11/12/2025).
Sebanyak 54 program inovatif dari SKPD dan masyarakat diperkenalkan sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan dan mempercepat pembangunan daerah.
Kegiatan dimulai dengan deklarasi komitmen oleh para pimpinan SKPD. Langkah ini bertujuan menegaskan bahwa setiap instansi wajib mengembangkan cara kerja baru yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menekankan bahwa inovasi merupakan elemen penting dalam pemerintahan modern. Ia mengingatkan bahwa perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pembaruan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Inovasi itu harus memberi hasil nyata. Pelayanan semakin cepat, proses kerja lebih efisien, dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung. Kita ingin inovasi menjadi solusi praktis, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peluncuran inovasi bukan akhir, melainkan awal dari proses panjang untuk memastikan gagasan tersebut diterapkan secara berkelanjutan. Pemkab Banjar akan melakukan pendampingan dan evaluasi agar setiap program berjalan sesuai tujuan.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memastikan setiap inovasi sejalan dengan rencana pembangunan daerah. Menurutnya, inovasi tidak hanya mempermudah kinerja aparatur, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Setelah diperkenalkan, seluruh inovasi akan kami pantau melalui mekanisme monev. Kami ingin memastikan bahwa semua ide ini benar-benar diterapkan dan tidak berhenti di dokumen saja,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar juga menargetkan peningkatan jumlah inovasi di tiap SKPD agar mampu memperkuat nilai Indeks Inovasi Daerah serta membuka peluang memperoleh Dana Insentif Daerah dari pusat.
Tahun ini, Laboratorium Inovasi menarik perhatian lebih besar karena terdapat 10 inovasi hasil inisiatif masyarakat, menandakan bahwa publik kini semakin aktif berpartisipasi dalam perbaikan pelayanan dan tata kelola daerah.









