pro1.id, MARTAPURA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar menyiagakan seluruh personel dan armada dalam rangka pengamanan momen keagamaan 5 Rajab di Martapura. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan yang diperkirakan dihadiri jutaan jamaah.

Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengatakan bahwa pada hari puncak pelaksanaan 5 Rajab tidak ada personel yang diliburkan atau off piket.
“Dalam momen 5 Rajab ini kami mengupayakan seluruh personel untuk turun semua. Tidak ada yang off piket pada hari H pelaksanaan,” ujarnya.
Untuk pengamanan dan penyelamatan di jalur perairan, DPKP Kabupaten Banjar menyiapkan tiga titik utama, yakni di Tanjung Rema atau Dermaga Amanah, Dermaga Sungai Paring, serta Dermaga Darussalam. Pada zona air tersebut, petugas akan menurunkan kapal speed untuk keperluan penanganan situasi darurat.
Agus menjelaskan, sarana air yang disiapkan hanya digunakan untuk kebutuhan penyelamatan dan kondisi prioritas, bukan sebagai alat transportasi umum bagi jamaah.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa perahu karet maupun kapal speed bukan untuk transportasi. Kecuali dalam kondisi prioritas, seperti membantu ulama dan habaib yang mengalami kesulitan akses di jalur darat,” jelasnya.
Selain pengamanan di perairan, DPKP Banjar juga menyiagakan armada darat berupa empat unit mobil tangki pemadam kebakaran, satu unit mobil water supply, serta satu unit mobil rescue yang siap digunakan sewaktu-waktu.
Sementara itu, untuk sarana penyelamatan air, DPKP menyiapkan satu unit perahu karet, satu perahu polietilen, serta satu kapal kecil jenis speed. Armada tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keselamatan selama kegiatan berlangsung.
DPKP Kabupaten Banjar juga turut mendukung relawan dengan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi potensi kebakaran, terutama dari kendaraan yang menempuh perjalanan jauh dan berpotensi menimbulkan percikan api.
Kepada masyarakat yang menggunakan jalur perairan, Agus mengimbau agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan, termasuk menjaga keselamatan dan tidak melebihi kapasitas angkut kapal.
“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalur air agar tetap mematuhi aturan, menjaga keselamatan, dan tidak melebihi kapasitas angkut demi keamanan bersama,” jelasnya.









