Kunjungi Wilayah Tergenang di Kabupaten Banjar, Menteri LH Ingatkan Risiko Permukiman di Lahan Basah

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:50 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Kondisi banjir yang masih menggenangi sebagian wilayah Desa Bincau, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Ia meninjau area terdampak di sekitar Jalan Melati pada Selasa (30/12/2025).

Jalan Melati diketahui menjadi akses penting bagi warga yang menghubungkan Desa Bincau Muara dengan Desa Labuan Tabu di Kecamatan Martapura. Akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir, air meluap dan menutup sebagian badan jalan, sehingga menghambat mobilitas masyarakat.

Dalam keterangannya, Hanif Faisol menjelaskan bahwa wilayah tersebut sejak awal merupakan kawasan lahan basah yang secara alami berfungsi menampung dan mengalirkan air.

Baca Juga :  Gubernur Kalimantan Selatan Minta Daerah Tingkatkan Kewaspadaan Bencana, Enam Wilayah Berstatus Siaga

“Secara lingkungan, area ini memang jalur air. Saat musim kemarau terlihat aman dan kering, tetapi ketika curah hujan tinggi, genangan tidak bisa dihindari,” katanya.

Ia menilai, keberadaan permukiman di kawasan seperti ini perlu dikaji ulang dalam kebijakan tata ruang. Menurutnya, pembangunan harus menyesuaikan dengan kondisi alam agar risiko bencana dapat ditekan.

“Apabila masyarakat tetap bermukim, maka desain hunian harus adaptif terhadap banjir. Salah satu alternatif yang lebih aman adalah rumah dengan konstruksi panggung,” ujarnya.

Menteri LH juga menyinggung bahwa banjir di Kalimantan Selatan tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor cuaca. Aktivitas manusia, seperti perubahan fungsi lahan dan kegiatan pertambangan, turut memperbesar potensi terjadinya banjir.

Baca Juga :  Tim Futsal Kabupaten Banjar Targetkan Emas di Porprov Kalsel 2025

“Genangan yang semakin sering dan meluas menjadi indikasi adanya masalah dalam pengelolaan lingkungan. Ini akan menjadi fokus evaluasi pemerintah,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut. Audit dilakukan untuk memastikan seluruh kewajiban perlindungan lingkungan dijalankan sesuai ketentuan.

“Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tambah Hanif.

Peninjauan ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal dalam merumuskan kebijakan penanganan banjir yang lebih berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek tata ruang, fungsi lahan basah, serta keseimbangan lingkungan.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA