pro1.id, BANJARBARU – Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sektor pertanian di Kota Banjarbaru. Sejumlah lahan kebun sayur milik warga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
Salah satu petani sayur di kawasan Jalan Pondok Mangga, Kelurahan Loktabat Utara, Suyantoro, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kebun yang dikelolanya terdampak genangan. Lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare tersebut mengalami penurunan hasil panen akibat kualitas tanaman yang memburuk.
“Bukan sampai gagal panen, tapi kualitas sayurannya menurun semua,” ujar Suyantoro, Selasa (20/01/2026).
Ia menjelaskan, kebunnya ditanami berbagai jenis sayuran seperti tomat, cabai rawit, cabai keriting, terong, pare, kacang panjang, dan buncis. Namun, sebagian besar tanaman tersebut tidak dapat tumbuh optimal setelah terendam air dalam beberapa waktu terakhir.
“Airnya sampai setinggi lutut, kebun terendam dan hujan terus turun,” katanya.
Suyantoro menuturkan, banjir di wilayah tersebut kerap terjadi setiap musim hujan, khususnya pada bulan Desember. Bahkan, kondisi serupa telah ia alami selama dua tahun berturut-turut.
“Kalau sudah masuk Desember, hampir pasti kebanjiran. Ini sudah dua tahun berturut-turut,” ungkapnya.
Menurutnya, tanaman cabai menjadi komoditas yang paling terdampak akibat genangan air. Selain mengalami kerusakan, hasil panen yang sempat diperoleh juga dinilai kurang layak jual karena kualitasnya menurun.
Untuk mengurangi risiko kerugian, ia mengaku mencoba menyesuaikan waktu tanam dengan menghindari musim hujan. Penanaman dilakukan agar masa panen bisa selesai sebelum curah hujan tinggi.
“Nanti tanam lagi, tapi bukan bulan Desember. Biasanya sebelum itu sudah panen,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, Suyantoro juga menyoroti sistem drainase di sekitar kebun yang dinilai belum optimal. Ia menyebut ukuran gorong-gorong yang kecil serta sering tersumbat membuat aliran air tidak lancar dan memperparah genangan saat hujan deras.
“Air mengalir ke bawah, tapi gorong-gorongnya kecil dan sering mampet,” pungkasnya.









