Komisi IV DPRD Banjar Cek Langsung Proyek RS Tipe D Gambut, Soroti Akses dan Minim Aktivitas

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, menyusul laporan tidak adanya aktivitas lanjutan pada proyek pematangan lahan yang dibiayai dari APBD Kabupaten Banjar.

Lokasi proyek berada cukup jauh dari jalan utama, sekitar 1,2 kilometer dari Jalan Pemajatan, dengan kondisi lahan berupa rawa. Saat kunjungan berlangsung, kawasan tersebut terlihat sepi tanpa kehadiran pekerja maupun alat berat yang beroperasi.

Anggota DPRD menilai kondisi akses menuju lokasi menjadi kendala utama. Jalan masuk yang tersedia masih berupa susunan kayu galam dengan lapisan tipis tanah urug, sehingga dinilai tidak layak untuk dilalui kendaraan pengangkut material pembangunan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Hj. Anna Rusiana, menyebut akses jalan merupakan faktor krusial yang belum tertangani dengan baik.

“Dengan kondisi jalan seperti ini, tentu menyulitkan mobilisasi material. Ini harus menjadi perhatian utama jika pembangunan ingin dilanjutkan,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Baca Juga :  Porseni PGRI Banjar 2025 Resmi Dibuka, Wabup Habib Idrus Ajak Guru Junjung Sportivitas

Berdasarkan data kontrak, proyek pematangan lahan RS Tipe D Gambut tercatat tanggal kontrak pada 8 September 2025 hingga 16 Desember 2025 atau 100 hari kalender. Anggaran mencapai Rp 10 miliar dengan nilai kontrak Rp8,85 miliar yang bersumber dana APBD 2025. Namun, hingga saat ini belum terlihat perkembangan berarti di lapangan.

Komisi IV DPRD Banjar memastikan akan meminta klarifikasi dari pihak terkait melalui rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat. RDP tersebut akan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar sebagai instansi penanggung jawab proyek.

“Kami akan meminta penjelasan terkait progres pekerjaan, termasuk penambahan waktu kerja yang sudah diberikan, tetapi tidak terlihat hasilnya di lapangan,” tegas Anna.

Selain persoalan akses, DPRD juga menyoroti jumlah tenaga kerja yang dinilai belum memadai. Informasi yang diterima menyebutkan hanya sekitar 21 pekerja yang sempat dilibatkan dalam proyek pematangan lahan.

Baca Juga :  DPKP Banjar Gelar Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga di Kecamatan Mataraman

“Dengan luasan lahan kurang lebih dua hektare dan nilai proyek yang besar, jumlah pekerja tersebut jelas belum maksimal,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Habib Abu Bakar Bahasyim, menegaskan DPRD pada prinsipnya mendukung pembangunan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari pelayanan publik. Namun, ia menilai kesiapan teknis harus menjadi prioritas sejak awal.

“Pembangunan rumah sakit sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi tanpa akses yang layak, proses pembangunan tidak akan berjalan efektif,” ujarnya.

Menurutnya, DPRD akan menelusuri penggunaan anggaran melalui dokumen perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.

“Kami akan pelajari RAB-nya. Dari situ bisa terlihat apa saja yang sudah dikerjakan dan sejauh mana anggaran dimanfaatkan,” jelasnya.

Habib Abu Bakar menambahkan, Komisi IV berkomitmen memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan daerah agar tidak berhenti di tengah jalan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Banjar.

Berita Terkait

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial
RUPS PT BPR Martapura: Kinerja Positif, Dividen Meningkat dan Jadi Contoh BPR di Kalsel
Hari Kedua Pelatihan, Relawan Gambut Praktik Simulasi Langsung Pemadaman Karhutla
El Nino “Gozilla” Siklus Tahunan Diwaspadai, BPBD Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla
Masuk Musim Kemarau, BPBD Banjar Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Gambut
Kejari Banjar Raih Peringkat Kedua Video RJ, Dorong Penegakan Hukum Lebih Humanis
Pertama di Kalsel, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Fisik Level 1 untuk Pelatih Olahraga
Sosialisasi Pengadaan Barang/Jasa 2026 Digelar, Pemkab Banjar Tekankan Adaptasi Aturan Baru
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:56 WITA

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial

Kamis, 30 April 2026 - 11:50 WITA

RUPS PT BPR Martapura: Kinerja Positif, Dividen Meningkat dan Jadi Contoh BPR di Kalsel

Selasa, 28 April 2026 - 12:34 WITA

El Nino “Gozilla” Siklus Tahunan Diwaspadai, BPBD Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 12:02 WITA

Masuk Musim Kemarau, BPBD Banjar Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Gambut

Jumat, 24 April 2026 - 14:06 WITA

Kejari Banjar Raih Peringkat Kedua Video RJ, Dorong Penegakan Hukum Lebih Humanis

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:56 WITA

Foto : Diskominfo Kotabaru

Kabupaten Kotabaru

RSUD PJS Kotabaru Gelar Forum Publik, Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:06 WITA