pro1.id, MARTAPURA – Di bulan Ramadan 2026 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan sapi dan kambing dalam kondisi aman serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh. Lulu Vila Vardi, menyampaikan bahwa lonjakan kebutuhan daging saat Ramadan memang terjadi, namun tidak sebesar saat Iduladha.
“Untuk Idulfitri tidak seperti Iduladha yang memang fokus pada kurban. Saat Ramadan ini kami lebih pada memastikan stok tetap tersedia karena konsumsi harian masyarakat meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, pemantauan sudah dilakukan secara langsung ke pasar-pasar untuk melihat ketersediaan serta perkembangan harga. Hasilnya, stok hewan hidup maupun daging masih dalam kondisi terkendali.
“Kami sudah turun ke lapangan memantau kondisi pasar. Sampai sekarang stok aman dan harga relatif stabil,” jelasnya.
Ketersediaan tidak hanya dipastikan di pasar hewan, tetapi juga di tingkat peternak dan kelompok ternak. Begitu pula dengan stok daging yang dijual di pasar tradisional.
“Kami optimistis kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi, baik dari hewan hidup maupun daging yang beredar di pasaran,” tambahnya.

Selain aspek ketersediaan, pengawasan kesehatan hewan dan kualitas daging juga menjadi perhatian utama. Daging impor yang beredar telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke pasar. Sementara untuk daging lokal yang berasal dari rumah potong hewan (RPH) maupun pemotongan ayam di pasar, dilakukan pengawasan rutin.
“Melalui Bidang Kesmavet, kami mengambil sampel daging dari pasar untuk diuji di laboratorium. Kami cek tingkat cemaran mikroba, higienitas, serta sanitasi,” terangnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah potensi penyebaran penyakit dari hewan ke manusia, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi produk hewani selama Ramadan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan stok yang cukup, tetapi juga daging yang sehat, aman, dan layak konsumsi,” pungkasnya.









