Banjir Belum Surut di Pekauman Ulu, Ratusan Rumah Tergenang dan Warga Enggan Mengungsi

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 23:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA –  Luapan air masih merendam Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, dan berdampak luas terhadap kehidupan warga. Genangan banjir menutup hampir seluruh kawasan desa dengan ketinggian air yang berbeda-beda di setiap titik.

Menurut keterangan Pembakal Pekauman Ulu, Bima Dwi Satria, genangan air telah menjangkau sebagian besar wilayah desa. Ia menyebut, kondisi terparah terjadi di area permukiman yang berada di gang-gang sempit.

“Jika dirata-ratakan, sekitar 85 persen wilayah desa terdampak. Di jalan utama air sekitar 30 sentimeter, sementara di gang permukiman bisa mencapai 80 sentimeter,” katanya, Kamis (1/01/2026).

Dampak banjir tersebut menyebabkan sedikitnya ratusan rumah warga terendam. Pemerintah desa mencatat sekitar 590 rumah terdampak, dengan jumlah penduduk yang merasakan langsung dampak banjir mencapai kurang lebih 2.000 jiwa.

Meski fasilitas pengungsian telah disiapkan oleh pihak kecamatan, sebagian besar warga memilih tetap tinggal di sekitar tempat tinggal mereka. Warga cenderung mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau ke lokasi yang dianggap lebih aman dan lebih tinggi.

Baca Juga :  Forum Komunikasi Pokdakan Digelar DKPP Banjar, Perizinan Air Irigasi Dipercepat

“Warga sudah kami arahkan untuk ke pengungsian resmi, namun kebanyakan memilih bertahan di desa karena alasan keamanan rumah dan barang-barang,” jelas Bima.

Ia menuturkan bahwa banjir di wilayah tersebut merupakan peristiwa yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Namun, banjir kali ini dinilai lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan mendekati kejadian besar pada 2021 lalu.

“Tahun ini genangannya cukup tinggi. Di tahun-tahun sebelumnya, kondisi jalan tidak sedalam sekarang,” ungkapnya.

Untuk beraktivitas di dalam rumah, warga terpaksa memanfaatkan lantai panggung darurat atau apar-apar agar tetap dapat menjalani kegiatan sehari-hari.

“Karena banjir ini rutin, warga memang sudah terbiasa menyiapkan apar-apar sendiri,” ujarnya.

Bima menambahkan bahwa banjir dengan ketinggian signifikan telah berlangsung sekitar satu minggu terakhir, sementara peningkatan debit air mulai dirasakan sejak dua pekan lalu.

Baca Juga :  DPRD Banjar Pertanyakan Efektivitas Renovasi Fasilitas Olahraga Senilai Rp400 Juta

Terkait bantuan, layanan kesehatan telah diberikan oleh RS Pelita Insani kepada warga terdampak. Sementara itu, bantuan logistik berupa makanan baru diterima dalam jumlah terbatas.

“Untuk kesehatan sudah ada penanganan. Bantuan makanan baru sekitar 300 bungkus dan belum mencukupi kebutuhan warga,” katanya.

Keluhan kesehatan warga yang paling banyak muncul adalah gangguan kulit, terutama pada bagian kaki akibat terlalu lama terendam air banjir.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah di tingkat kabupaten maupun provinsi, termasuk penetapan status tanggap darurat agar penanganan bencana dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kami berharap langkah tanggap darurat bisa segera ditetapkan agar penanganan banjir ini lebih maksimal,” tutup Bima.

Berita Terkait

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Sungai Sipai Martapura Rusak Berat Dilalap Api
PUPRP Banjar Tinggikan Jalan Keramat untuk Atasi Genangan Banjir, Target Rampung September 2026
Antusias Ribuan Santri Warnai Pawai Muharam 1448 Hijriah, Ketua DPRD Banjar Apresiasi Semangat Generasi Muda
Ribuan Santri Meriahkan Pawai Muharam 1448 Hijriah di Martapura, Wabup Banjar Ajak Generasi Qurani Perkuat Karakter
Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance
Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan
Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:41 WITA

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Sungai Sipai Martapura Rusak Berat Dilalap Api

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:16 WITA

PUPRP Banjar Tinggikan Jalan Keramat untuk Atasi Genangan Banjir, Target Rampung September 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:24 WITA

Antusias Ribuan Santri Warnai Pawai Muharam 1448 Hijriah, Ketua DPRD Banjar Apresiasi Semangat Generasi Muda

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:39 WITA

Ribuan Santri Meriahkan Pawai Muharam 1448 Hijriah di Martapura, Wabup Banjar Ajak Generasi Qurani Perkuat Karakter

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:48 WITA

Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance

Berita Terbaru