pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Kartini Hebat Banjarbaru Ketahanan Pangan Tanam Cabe dan Terong di Halaman Rumah di RTH Komplek Cahaya Ratu Elok, Jalan Jelawat RT 06 RW 02, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Banjarbaru, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan para perempuan dan ibu rumah tangga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus pengendalian inflasi melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi perempuan-perempuan hebat untuk ikut berperan dalam menciptakan lingkungan hijau dan produktif.
“Hari ini kami melaksanakan gerakan menanam bersama wanita-wanita hebat, wanita Kartini Banjarbaru maupun Banjarmasin,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menyerahkan sekitar 5.000 bibit tanaman hortikultura berupa cabai dan terong untuk dibagikan kepada warga.
Erna berharap bibit yang diberikan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari sekaligus membantu mengurangi pengeluaran keluarga.
“Harapannya bibit ini bisa tumbuh dengan baik dan hasilnya dimanfaatkan oleh ibu-ibu rumah tangga serta masyarakat Banjarbaru. Ini juga bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menyebut Banjarbaru memiliki potensi besar di sektor hortikultura dibanding pertanian padi.
Menurutnya, gerakan menanam di pekarangan rumah dapat menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Banjarbaru memang tidak unggul di sektor padi, tetapi sangat potensial di hortikultura. Karena itu kami dorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai, terong hingga tanaman hidroponik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemilihan cabai dan terong dilakukan karena kedua komoditas tersebut memiliki kebutuhan tinggi di masyarakat dan kerap memicu kenaikan harga pasar.
“Kalau ibu-ibu sudah bisa menanam sendiri di rumah, mereka tidak perlu lagi membeli cabai ke pasar. Ini tentu bisa membantu pengeluaran keluarga,” ujarnya.
Syamsir juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti gerakan tersebut dan berharap Banjarbaru dapat menjadi percontohan kota hortikultura di Kalimantan Selatan.









