pro1.id, BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan pihaknya telah menerima peringatan terkait kemungkinan terjadinya musim kering berkepanjangan yang dinilai lebih ekstrem dibanding biasanya.
“Ini bukan lagi sekadar pancaroba, tetapi El Nino yang cukup ekstrem. Artinya musim kemarau nanti bisa berlangsung panjang dan lebih tajam,” ujarnya.
Menurut Syamsir, pemerintah provinsi telah menginstruksikan seluruh jajaran pertanian mulai dari dinas, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh lapangan hingga para petani agar melakukan langkah mitigasi sejak dini.
Berbagai sarana pendukung pun mulai dipersiapkan seperti embung, pompa air, hingga sumur bor untuk membantu kebutuhan air pertanian saat musim kemarau berlangsung.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh pihak terkait agar melakukan antisipasi. Pompa, embung dan sumur bor sudah dipersiapkan untuk membantu petani,” katanya.
Ia menjelaskan para petani di Kalimantan Selatan juga telah melakukan percepatan masa tanam sebagai strategi menghadapi potensi kemarau panjang pada pertengahan tahun nanti.
“Petani kita sudah lebih dulu menanam. Jadi ketika nanti masuk Juni, Juli hingga Agustus yang diperkirakan panjang musim keringnya, sebagian besar tanaman sudah panen,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, DPKP Kalsel juga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Syamsir menyebut Gubernur Kalimantan Selatan telah mengeluarkan arahan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.
“Pembukaan lahan harus menggunakan alat dan mesin pertanian, tidak boleh dengan cara dibakar. Peralatan antisipasi kebakaran juga sudah kami siapkan,” tegasnya.
Meski menghadapi ancaman cuaca ekstrem, Syamsir memastikan stok pangan Kalimantan Selatan masih dalam kondisi aman dan surplus.
Menurutnya, produksi pangan Kalsel saat ini mencapai sekitar 1,176 juta ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya sekitar 600 ribu ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan 4,3 juta jiwa.
“Artinya stok pangan kita masih sangat aman dan surplus,” ucapnya.
Ia menambahkan, surplus pangan Kalimantan Selatan saat ini menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan dibanding provinsi lainnya.
Data DPKP Kalsel mencatat surplus pangan Kalimantan Tengah berada di angka sekitar 650 ribu ton, Kalimantan Barat 400 ribu ton, Kalimantan Timur 300 ribu ton dan Kalimantan Utara sekitar 250 ribu ton.
“Sebagian surplus pangan kita nantinya juga akan membantu kebutuhan provinsi lain di Kalimantan,” pungkasnya.









