pro1.id, BANJAR — Antusiasme warga terlihat dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjar di Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat. Sejak kegiatan berlangsung, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pasar murah ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) yang dilaksanakan di sejumlah desa selama bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Warga dapat membeli paket sembako yang berisi telur, minyak goreng, gula dan tepung. Paket tersebut memiliki harga normal sekitar Rp72 ribu, namun setelah mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp20 ribu, masyarakat cukup membayar Rp52 ribu.
Kasi Promosi Perdagangan DKUMPP Kabupaten Banjar, Mahruji Hariyadi, mengatakan tingginya kebutuhan masyarakat selama bulan Maulid menjadi salah satu alasan program pasar murah dilaksanakan.
“Bulan Maulid Nabi, banyak warga di kampung-kampung yang mengadakan kegiatan Maulid. Biasanya permintaan kebutuhan pokok meningkat dan harga agak naik. Jadi untuk membantu masyarakat di desa-desa, kita mengadakan pasar murah,” ujarnya.
Namun, tingginya minat masyarakat belum sepenuhnya dapat diimbangi dengan jumlah paket yang tersedia. Setiap desa mendapatkan alokasi 200 paket sembako bersubsidi karena menyesuaikan dengan anggaran subsidi yang tersedia.
Mahruji menjelaskan, subsidi diberikan sebesar Rp5 ribu untuk masing-masing jenis bahan pokok dalam paket tersebut sehingga total bantuan mencapai Rp20 ribu per paket.
“Seharusnya sekitar Rp72 ribu, tapi karena ada subsidi Rp20 ribu, masyarakat cukup membayar Rp52 ribu,” katanya.
Camat Martapura Barat, Rabbani, mengatakan masyarakat menyambut baik pelaksanaan pasar murah di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan paket bersubsidi cukup membantu warga, khususnya masyarakat yang masih menunggu hasil panen.
“Sebagian masyarakat masih ada yang belum panen, kemudian ada yang sudah. Jadi dengan adanya pasar murah ini paling tidak bisa membantu warga masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Martapura Barat sendiri mendapat dua titik pelaksanaan pasar murah. Salah satunya berada di Desa Keliling Benteng Ulu, yang pada pelaksanaannya mendapat respons cukup tinggi dari masyarakat.
Melihat antusiasme warga, Rabbani berharap jumlah paket yang disediakan pada kegiatan serupa ke depan dapat ditambah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat cukup tinggi sehingga kuota yang tersedia belum tentu dapat mengakomodasi seluruh warga yang ingin mendapatkan sembako bersubsidi.
“Harapan selanjutnya kalau mengadakan pasar murah, paket sembakonya mungkin perlu diperbanyak, karena kebutuhan warga masyarakat ini cukup berharap untuk mendapatkan paket sembako,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah desa dapat membantu dalam pendataan masyarakat penerima sehingga paket yang tersedia dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Pasar murah tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan, sekaligus menjaga stabilitas harga selama meningkatnya aktivitas masyarakat pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.










