Usai 2,4 Ton Ikan Sapu-Sapu Diangkat, Lurah Guntung Paikat Dorong Adanya Program Pengendalian Rutin

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 14:02 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu yang digelar di kawasan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Sabtu (22/8/2026) lalu, tidak hanya menjadi kegiatan menjaga kebersihan perairan. Hasil tangkapan yang mencapai sekitar 2,4 ton juga menjadi gambaran perlunya pengendalian populasi ikan sapu-sapu secara berkelanjutan.

Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, mengatakan jumlah tersebut tergolong besar karena hampir memenuhi satu truk pengangkutan. Namun, setelah kegiatan berakhir, masih ditemukan ikan sapu-sapu yang berada di bagian bawah dan celah-celah tepian sungai.

“Kalau hanya sekali kegiatan, hasilnya memang cukup banyak, sekitar 2,4 ton itu hampir satu truk. Tapi masih ada sisa, karena ikan sapu-sapu ini masuk ke bawah-bawah dan bersarang di sana,” ujar Reza.

Menurut Reza, kondisi tersebut menunjukkan pengendalian ikan sapu-sapu tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kegiatan. Ia mendorong adanya program lanjutan yang dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan instansi terkait, masyarakat hingga penggiat lingkungan.

Baca Juga :  BPBD Banjar Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Potensi Banjir, Angin Kencang, dan Longsor

“Kami menyarankan jangan sampai kegiatan seperti ini hanya setahun sekali. Harus rutin. Kami perlu berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait, masyarakat maupun penggiat lingkungan lainnya untuk menentukan seperti apa penanganan ikan sapu-sapu ini,” katanya.

Ia menyebut salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah menjadikan kegiatan serupa sebagai program berkala. Menurutnya, apabila pengendalian hanya dilakukan dalam rentang waktu yang terlalu lama, populasi ikan sapu-sapu berpotensi kembali meningkat sehingga hasil kegiatan sebelumnya menjadi kurang maksimal.

Festival yang dilaksanakan Kecamatan Banjarbaru Selatan tersebut melibatkan seluruh kelurahan di wilayah kecamatan, dengan Guntung Paikat menjadi lokasi kegiatan. Selain bertujuan mengendalikan ikan sapu-sapu, kegiatan juga dikemas untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan perairan.

Untuk mendorong partisipasi warga, panitia memberikan kupon doorprize kepada peserta berdasarkan jumlah ikan yang berhasil ditangkap. Setiap tiga kilogram ikan sapu-sapu yang dikumpulkan mendapatkan satu kupon. Dari kegiatan tersebut, peserta dengan tangkapan terbanyak berhasil mengumpulkan sekitar 174 kilogram.

Baca Juga :  DPRD Banjarbaru Tetapkan Perubahan Susunan AKD, Gusti Rizky Pimpin Komisi III

Pasca pengangkatan ikan sapu-sapu, pihaknya juga melakukan penebaran bibit ikan lain seperti betok, papuyu dan nila secara simbolis. Penebaran dalam jumlah lebih banyak direncanakan setelah musim hujan, dengan mempertimbangkan kondisi air dan ketersediaan oksigen agar ikan yang ditebar dapat berkembang dengan baik.

“Kemarin baru simbolis sekitar 10 sampai 15 plastik. Setelah musim hujan, baru kita rencanakan penebaran dalam jumlah lebih banyak. Kita mempertimbangkan kondisi air dan oksigen, jangan sampai ikan yang ditebar justru tidak bisa bertahan,” jelasnya.

Reza berharap hasil Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu menjadi pijakan untuk membangun program pengendalian yang lebih teratur. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan penggiat lingkungan dinilai penting agar penanganan ikan sapu-sapu tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus dilakukan untuk menjaga kondisi ekosistem perairan di wilayah Banjarbaru.

Berita Terkait

Kukuhkan Pengurus PGMI Banjarbaru, Lisa Halaby Tekankan Pentingnya Akhlak dan Kualitas Guru Madrasah
Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan
Tinjau Hutan Lindung Liang Anggang, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla
Pipa Transmisi Bocor, Distribusi Air Bersih di Banjarbaru Terganggu hingga 10 Hari
Orientasi 146 PPPK Banjarbaru, Raden Indera Tekankan Kinerja yang Berdampak bagi Masyarakat
Yasnaya Banjarbaru Uji Coba Operasional, Siapkan Kafe 24 Jam Bernuansa Jepang dengan Menu Sehat
Program Genius Kenalkan Pola Makan B2SA kepada Siswa SDN 1 Guntung Paikat
Kekeringan Meluas, Pemko Banjarbaru Kembali Salurkan Air Bersih ke Guntung Manggis

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Kukuhkan Pengurus PGMI Banjarbaru, Lisa Halaby Tekankan Pentingnya Akhlak dan Kualitas Guru Madrasah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Tinjau Hutan Lindung Liang Anggang, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Pipa Transmisi Bocor, Distribusi Air Bersih di Banjarbaru Terganggu hingga 10 Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:08 WITA

Orientasi 146 PPPK Banjarbaru, Raden Indera Tekankan Kinerja yang Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA