PCNU Banjar Belajar Tata Kelola Organisasi ke Mojokerto, Perkuat Struktur hingga Tingkat Desa

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:31 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MOJOKERTO — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan studi tiru ke PCNU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran PCNU Kabupaten Banjar untuk melihat secara langsung pengelolaan organisasi sekaligus bertukar pengalaman terkait penguatan struktur, kaderisasi hingga upaya membangun kemandirian organisasi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Sejumlah hal menjadi bahan pembahasan, mulai dari tata kelola kepengurusan, program kerja, pengkaderan, pengelolaan tanah wakaf hingga strategi mengembangkan potensi organisasi.

Kegiatan dipimpin Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar, Muhammad Jauhari, dengan mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi, Berbagi Pengalaman, dan Membangun Kemandirian Organisasi.”

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah pola penguatan struktur organisasi PCNU Mojokerto hingga ke tingkat bawah. Pengalaman tersebut mencakup hubungan dan koordinasi antara PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga anak ranting di desa.

Bagi PCNU Kabupaten Banjar, keberadaan struktur hingga tingkat bawah memiliki peran penting agar program organisasi tidak hanya berhenti pada tingkat cabang, tetapi dapat diteruskan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di kecamatan maupun desa.

Baca Juga :  Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker ke Kaltim dan IKN, Persiapan Pengamanan Dimatangkan

Selain struktur, sistem kaderisasi juga menjadi bagian yang didalami dalam kunjungan tersebut. Regenerasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus mempersiapkan kader yang dapat melanjutkan peran kepengurusan di berbagai tingkatan.

Pengelolaan tanah wakaf turut menjadi perhatian dalam dialog kedua organisasi. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana aset yang dimiliki organisasi dapat dikelola secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan dan program.

Dari proses bertukar pengalaman itu, PCNU Kabupaten Banjar memperoleh sejumlah gambaran mengenai pola pengelolaan organisasi yang telah berjalan di Mojokerto.

Meski demikian, berbagai pengalaman yang diperoleh tidak serta-merta akan diterapkan secara keseluruhan. PCNU Kabupaten Banjar akan menyesuaikannya dengan kondisi, karakteristik dan potensi yang dimiliki daerah.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian organisasi. Menurut PCNU Kabupaten Banjar, kemandirian bukan hanya menyangkut kemampuan ekonomi, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya, kaderisasi, perencanaan program dan penguatan jaringan kelembagaan.

Baca Juga :  BPS Banjar Perkirakan Jumlah Jemaah 5 Rajab Tahun Ini Naik Hampir 46 Persen

Rombongan PCNU Kabupaten Banjar dalam kunjungan tersebut terdiri dari jajaran Wakil Rais Syuriah, Wakil Katib, Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris.

Kehadiran langsung para pengurus memberikan ruang untuk berdiskusi dan melihat pengalaman PCNU Mojokerto secara lebih konkret, termasuk bagaimana koordinasi organisasi dibangun dari tingkat cabang hingga struktur paling bawah.

Selain menjadi sarana belajar, kunjungan tersebut juga diharapkan dapat mempererat hubungan kelembagaan antara PCNU Kabupaten Banjar dan PCNU Kabupaten Mojokerto. Pertukaran pengalaman membuka peluang terjalinnya kerja sama dalam pengembangan program organisasi maupun pemberdayaan masyarakat.

Bagi PCNU Kabupaten Banjar, hasil studi tiru ini selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi sekaligus menyusun program organisasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Upaya memperkuat struktur, kaderisasi dan kemandirian tersebut diharapkan dapat membuat organisasi semakin solid dan mampu menjalankan program secara berkelanjutan.

Studi tiru ke Mojokerto pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kunjungan, tetapi dapat menghasilkan gagasan yang nantinya dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan kondisi Kabupaten Banjar.

Berita Terkait

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT
Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare
Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat
Pemkab Banjar Respons Anak Mengamen di Lampu Merah Sekumpul, Penanganan Utamakan Perlindungan
Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan
Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus
Perhiasan hingga Ponsel Hilang, Polisi Dalami Dugaan Perampokan Berujung Kematian Lansia di Martapura
Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah, Polisi Telusuri Barang yang Diduga Hilang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WITA

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 September 2026 - 11:12 WITA

Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WITA

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 September 2026 - 16:37 WITA

Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WITA

Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 Sep 2026 - 11:55 WITA

Kabupaten Banjar

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 Sep 2026 - 17:30 WITA