Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu kondisi yang mendapat perhatian di tengah munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Di RSUD Ratu Zalecha Martapura, tiga anak saat ini menjalani perawatan inap dengan diagnosis ISPA.

Humas RSUD Ratu Zalecha, Rodi, mengatakan ketiga pasien tersebut seluruhnya merupakan anak-anak. Dua pasien masing-masing berusia 5 tahun dan 2 tahun, sementara satu pasien lainnya berusia 6 tahun dengan diagnosis ISPA yang disertai bronkopneumonia.

“Per hari ini ada tiga kasus ISPA yang dirawat inap dan semuanya anak-anak. Dua kasus ISPA, kemudian satu ISPA ditambah bronkopneumonia,” ujar Rodi, Rabu (2/09/2026).

Dua pasien ISPA diketahui berasal dari wilayah Sekumpul dan Sungai Pinang. Sementara pasien berusia 6 tahun yang mengalami ISPA disertai bronkopneumonia berasal dari Kecamatan Karang Intan.

Baca Juga :  Longsor Terjadi di Gunung Tambang Desa Awang Bangkal Barat, Aman Tanpa Korban

Rodi menjelaskan, tidak seluruh pasien dengan ISPA harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Penanganan pasien disesuaikan dengan kondisi klinis dan tingkat keparahan penyakit. Kasus yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dapat masuk melalui instalasi gawat darurat (IGD), sedangkan kasus yang tidak memerlukan rawat inap dapat ditangani melalui fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

Berdasarkan catatan RSUD Ratu Zalecha, sejak Juni hingga Agustus 2026 terdapat 326 kasus yang tercatat memiliki ISPA sebagai diagnosis penyerta. Khusus sepanjang Agustus, tercatat 92 kasus ISPA pada pasien anak maupun dewasa. Pada bulan yang sama, terdapat 21 kasus pneumonia yang menjalani perawatan inap.

Menurut Rodi, jumlah kasus gangguan pernapasan tersebut memang menunjukkan kecenderungan meningkat sejak pertengahan tahun dan mencapai angka lebih tinggi pada Agustus. Namun, peningkatannya masih belum tergolong signifikan.

Baca Juga :  Layanan Program Desaku Pelanduk Manis, Disdukcapil Banjar Dorong Akses Mudah Pembuatan Administrasi bagi Warga Pedesaan

“Kalau kita tarik dari pertengahan tahun memang ada sedikit kenaikan dan puncaknya di Agustus, cuma kenaikannya masih tidak terlalu signifikan,” katanya.

Di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap, Rodi menyebut paparan asap dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu atau memperburuk gangguan pada saluran pernapasan. Namun, pihak rumah sakit belum menyatakan bahwa seluruh kasus ISPA yang ditangani secara langsung disebabkan oleh kabut asap.

“Memang salah satunya bisa terjadi karena fenomena kabut asap,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama anak-anak, ketika kualitas udara menurun. Apabila muncul keluhan pada saluran pernapasan dan kondisi memburuk, masyarakat disarankan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Berita Terkait

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT
Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare
Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat
Pemkab Banjar Respons Anak Mengamen di Lampu Merah Sekumpul, Penanganan Utamakan Perlindungan
Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan
Perhiasan hingga Ponsel Hilang, Polisi Dalami Dugaan Perampokan Berujung Kematian Lansia di Martapura
Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah, Polisi Telusuri Barang yang Diduga Hilang
Gali Potensi Desa dan Kecamatan Berbasis Pangan Lokal, DKPP Banjar Gelar Festival B2SA dan LMSI 2026

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WITA

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 September 2026 - 11:12 WITA

Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WITA

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 September 2026 - 16:37 WITA

Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WITA

Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 Sep 2026 - 11:55 WITA

Kabupaten Banjar

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 Sep 2026 - 17:30 WITA