Pemkab Banjar Respons Anak Mengamen di Lampu Merah Sekumpul, Penanganan Utamakan Perlindungan

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 16:50 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar merespons informasi masyarakat mengenai keberadaan sejumlah anak yang mengamen di kawasan lampu merah Sekumpul. Penanganan dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan perlindungan anak.

Tim gabungan melakukan penjangkauan pada Senin (1/9/2026). Setelah diajak berkomunikasi dan diberikan pendekatan, anak-anak tersebut kemudian dibawa ke Rumah Singgah Banjar Manis milik Pemkab Banjar untuk mendapatkan perlindungan sementara.

Di rumah singgah, anak-anak menjalani asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka secara lebih menyeluruh. Hasil asesmen nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar, Hj Erny Wahdini, mengatakan penjangkauan dilakukan sebagai respons atas informasi masyarakat yang beredar di media sosial, terutama karena aktivitas anak di kawasan persimpangan jalan memiliki sejumlah risiko.

“Kami menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya anak-anak yang berada dan mengamen di kawasan lampu merah Sekumpul. Tim gabungan langsung melakukan penjangkauan dan membawa mereka ke Rumah Singgah untuk mendapatkan asesmen,” ujar Erny.

Baca Juga :  Potensi Perikanan Jawa Laut Dikembangkan, Borneo Aquaculture Terima Bantuan 6.000 Bibit Papuyu

Menurut Erny, asesmen tidak hanya melihat aktivitas anak ketika berada di jalan, tetapi juga menggali kondisi keluarga, alasan mereka berada di kawasan tersebut, situasi sosial, serta kebutuhan perlindungan dan pendampingan.

“Yang menjadi perhatian utama kami adalah kepentingan terbaik bagi anak. Mereka bukan untuk dihukum, tetapi harus dilindungi. Dari hasil asesmen nantinya akan ditentukan bentuk penanganan yang paling tepat, termasuk komunikasi dan pendampingan terhadap keluarga,” jelasnya.

Pemerintah juga akan mendalami latar belakang anak-anak tersebut. Hal ini untuk memastikan apakah mereka berada di jalan atas kemauan sendiri, dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga, atau terdapat faktor lain, termasuk kemungkinan adanya pihak yang mengarahkan maupun memanfaatkan keberadaan mereka.

Erny menyebut aktivitas anak di persimpangan jalan juga memiliki risiko terhadap keselamatan fisik dan kesehatan. Selain itu, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian untuk mencegah kemungkinan terjadinya eksploitasi terhadap anak.

Baca Juga :  Lebih dari 10 Ribu Arsip Lama Dihancurkan Pemkab Banjar, Tanda Komitmen Tertib Administrasi

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat yang menyampaikan informasi sehingga kondisi tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak kita. Apabila menemukan anak yang mengamen, meminta-minta, atau melakukan aktivitas lain di jalan yang berpotensi membahayakan keselamatannya, silakan laporkan kepada petugas atau instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan secara tepat,” tambah Erny.

Pemkab Banjar melalui Dinsos P3AP2KB bersama instansi terkait akan melanjutkan koordinasi dan pemantauan sesuai hasil asesmen. Setiap langkah penanganan diarahkan untuk memberikan perlindungan sekaligus mencari solusi yang tepat agar anak-anak tidak kembali berada dalam situasi yang berisiko di jalan.

Pendekatan humanis, persuasif dan kepentingan terbaik bagi anak menjadi dasar dalam menentukan penanganan selanjutnya, termasuk melalui komunikasi serta pendampingan bersama keluarga.

Berita Terkait

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT
Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare
Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat
Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan
Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus
Perhiasan hingga Ponsel Hilang, Polisi Dalami Dugaan Perampokan Berujung Kematian Lansia di Martapura
Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah, Polisi Telusuri Barang yang Diduga Hilang
Gali Potensi Desa dan Kecamatan Berbasis Pangan Lokal, DKPP Banjar Gelar Festival B2SA dan LMSI 2026

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WITA

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 September 2026 - 11:12 WITA

Status Siaga Karhutla Banjar Berlaku hingga 30 September, Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WITA

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 September 2026 - 16:37 WITA

Pantau Karhutla di Martapura, Bupati Banjar Pastikan Penanganan Berlanjut hingga Pembasahan

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WITA

Tiga Anak Dirawat di RSUD Ratu Zalecha, Kasus ISPA Meningkat pada Agustus

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

402 KPM di Keliling Benteng Ulu Terima 1.206 Karung Beras BPNT

Kamis, 3 Sep 2026 - 11:55 WITA

Kabupaten Banjar

Legalitas Tanah MBR Jadi Prioritas, 40 Warga Banjar Terima Sertifikat

Rabu, 2 Sep 2026 - 17:30 WITA