KAMMI Desak Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Soroti Kasus Keracunan dan Prioritas Daerah Stunting

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, JAKARTA – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak awal 2025. Alih-alih menjadi solusi untuk perbaikan gizi dan penurunan angka stunting, program ini justru menuai kritik tajam akibat sejumlah persoalan serius di lapangan.

KAMMI menyoroti tingginya angka kasus gangguan kesehatan, lemahnya sistem pengawasan, hingga munculnya menu makanan kontroversial yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan kelestarian lingkungan.

Ribuan Anak Terdampak

Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) per 22 September 2025 mencatat sedikitnya 4.711 kasus gangguan kesehatan yang diduga terkait konsumsi makanan dari program MBG. Rinciannya, 1.281 kasus terjadi di Sumatra, 2.606 di Jawa, dan 824 lainnya tersebar di Kalimantan, Sulawesi, serta wilayah Indonesia Timur.

Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan terjadinya 17 kejadian luar biasa (KLB) keracunan di 10 provinsi sepanjang Januari hingga Mei 2025.

Insiden keracunan massal terjadi di berbagai daerah, seperti Garut, Cianjur, Gunungkidul, Lamongan, Tasikmalaya, Nunukan, Ketapang, hingga Kupang. Salah satu kasus yang paling menuai kritik terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat, di mana menu yang disajikan berupa ikan hiu goreng—menu yang tidak hanya dinilai tak relevan dengan kebutuhan gizi anak, tetapi juga bermasalah dari sisi keberlanjutan lingkungan.

KAMMI: Program Terburu-buru dan Minim Regulasi

Ketua Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan PP KAMMI, Muhammad Alfiansyah, menilai insiden-insiden tersebut sebagai indikator bahwa pelaksanaan MBG tidak dirancang secara matang.

Baca Juga :  Pemkot Banjarbaru dan Perpusnas RI Perkuat Peran Perpustakaan dalam Mendorong Literasi dan Transformasi Sosial

“Ribuan anak terdampak keracunan. Ini bukan hal sepele. Mulai dari penyediaan bahan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan, semuanya tampak belum siap. Program sebesar ini tidak seharusnya dijalankan tergesa-gesa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penyajian menu ikan hiu sebagai bukti lemahnya regulasi dan kurasi dalam penyusunan menu MBG.

Sementara itu, Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan.

“Kami sepenuhnya mendukung program perbaikan gizi nasional. Tapi bila implementasinya justru menimbulkan kerugian fisik dan sosial, maka penghentian sementara adalah langkah yang masuk akal. Jangan sampai ambisi politik mengorbankan kesehatan generasi muda,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Banjar Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG, Pastikan Perawatan Gratis dan Penanganan Maksimal

Usulan: Fokus pada Daerah Rawan Stunting

KAMMI mengusulkan agar pelaksanaan program MBG difokuskan terlebih dahulu di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Beberapa poin rekomendasi yang diajukan antara lain:

  • Fokus implementasi tahap awal (1–2 tahun) di daerah rawan stunting;

  • Tunda pelaksanaan di daerah dengan angka stunting rendah;

  • Perkuat peran BGN hingga tingkat daerah untuk pengawasan program;

  • Lakukan audit independen atas kualitas pangan dan transparansi anggaran.

Organisasi mahasiswa ini menegaskan bahwa program MBG seharusnya menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, bukan sekadar proyek populis yang berisiko menciptakan masalah baru.

“Pembangunan SDM harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab. Program MBG seharusnya menjadi solusi berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial yang menyisakan korban,” pungkas Jundi.

 

Berita Terkait

Pemerintah Gelontorkan Rp58,97 Triliun untuk Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana
LPKSM Borneo Kalimantan Dukung Layanan Sertifikat 10 Hari, Minta Pengawasan Diperketat
Silaturahmi di Kraton Majapahit Berbuah Dialog Kebangsaan, Hendropriyono Bahas Jejak Peradaban Nusantara
Dari Kotabaru Menuju Panggung Nasional, Video Kelulusan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru Raih Dua Penghargaan REEDID Award
LPKSM Borneo Kalimantan Soroti Implementasi B50, Ingatkan Dampaknya bagi Konsumen dan Sektor Logistik
Soroti Program Donor Darah Berhadiah Beras, Calon Komisioner BPKN Minta RSUD AWS Jamin Transparansi
Paser Siap Gelar Kejuaraan Paralayang Internasional, Atlet Dunia Dijadwalkan Ambil Bagian
Pemkab Banjar Ikuti Peresmian Operasional 1.061 KDKMP oleh Presiden RI

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 00:53 WITA

Pemerintah Gelontorkan Rp58,97 Triliun untuk Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:29 WITA

LPKSM Borneo Kalimantan Dukung Layanan Sertifikat 10 Hari, Minta Pengawasan Diperketat

Senin, 6 Juli 2026 - 22:04 WITA

Silaturahmi di Kraton Majapahit Berbuah Dialog Kebangsaan, Hendropriyono Bahas Jejak Peradaban Nusantara

Senin, 6 Juli 2026 - 21:21 WITA

Dari Kotabaru Menuju Panggung Nasional, Video Kelulusan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru Raih Dua Penghargaan REEDID Award

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:52 WITA

LPKSM Borneo Kalimantan Soroti Implementasi B50, Ingatkan Dampaknya bagi Konsumen dan Sektor Logistik

Berita Terbaru