pro1.id, MARTAPURA – Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 di Kabupaten Banjar akan berlangsung meriah. Rangkaian acara dijadwalkan selama sepekan, mulai 22 hingga 28 Oktober, dengan melibatkan sekitar 50 pondok pesantren dari berbagai wilayah.
Ketua Panitia HSN Banjar 2025, Ainuddin Az-zukhairy, mengungkapkan bahwa hingga awal Oktober, persiapan telah berjalan sekitar 30 persen. Panitia juga sedang menyusun data peserta dari pesantren yang akan terlibat dalam berbagai perlombaan dan kegiatan.
“Sejauh ini, hampir 50 pondok sudah mendaftar. Tahun ini, kami menyiapkan delapan jenis perlombaan utama, dan ada beberapa tambahan baru,” ujarnya pada Rabu (8/10/2025).
Beberapa perlombaan yang akan digelar antara lain Festival Habsyi, Musabaqah Qiraatul Kutub (baca kitab kuning), Khattil Quran, MTQ, Pidato Bahasa Arab, Bahtsul Masail, Kirab Hari Santri, serta pameran stand santri yang menampilkan karya dan produk unggulan dari pesantren.
Salah satu kegiatan baru tahun ini adalah Lomba Esai Santri, di mana peserta diminta menulis artikel tentang pesantren mereka. Selain itu, akan ada juga layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat.
“Melalui lomba menulis ini, kami ingin mendorong santri untuk memperkenalkan pesantrennya kepada publik lewat karya tulis,” jelas Ainuddin.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, technical meeting akan diadakan pada 11 Oktober. Sementara itu, pemasangan panggung utama dan stand UMKM dijadwalkan dimulai pada 18 Oktober.
Lokasi utama perayaan akan dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, sedangkan kegiatan perlombaan pada siang hari akan digelar di Gedung PCNU Kabupaten Banjar.
Pada peringatan tahun ini, panitia mengusung dua tema. Untuk tingkat daerah, tema yang diangkat adalah “Mewujudkan Indonesia Emas 2045, Menggugah Kiprah Santri dengan Visi Besar Bangsa,” sementara tema nasionalnya adalah “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”
Ainuddin turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya Bupati H. Saidi Mansyur, atas dukungan penuh yang terus diberikan sejak awal penyelenggaraan HSN.
Dukungan positif juga datang dari masyarakat. Salah satu warga, Ronny Lattar, menilai Hari Santri merupakan momentum penting untuk menampilkan prestasi dan potensi pesantren di Kalimantan Selatan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik, karena masyarakat bisa mengenal lebih dekat pesantren dan mempertimbangkan sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka,” ucapnya.
Ronny juga menambahkan bahwa acara ini akan membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar, terutama pelaku usaha kecil.
“Dengan banyaknya tamu dan peserta dari luar daerah, perputaran ekonomi akan meningkat. Ini sangat cocok dengan karakter Kabupaten Banjar yang dikenal religius,” tambahnya.
Ia berharap pelaksanaan Hari Santri ke-10 ini berjalan lancar dan meriah, serta bisa menjadi ajang yang mempererat hubungan antar-pesantren dan masyarakat umum.









