pro1.id, MARTAPURA – RSUD Ratu Zalecha Martapura mencatat adanya perubahan jumlah kasus diare pada anak-anak dalam beberapa minggu terakhir. Menyikapi kondisi ini, pihak rumah sakit mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kebersihan makanan dan lingkungan, terutama selama musim pancaroba yang sering memicu penyebaran penyakit.
Data dari sistem pemantauan RSUD menunjukkan bahwa kasus diare anak-anak mencapai 21 pada pekan ke-32, turun menjadi 14 pada pekan berikutnya, namun kembali meningkat menjadi 22 di pekan ke-34 dan memuncak di pekan ke-36 dengan 25 kasus. Di awal Oktober (pekan ke-40), jumlah kasus turun menjadi 18.
Menurut Ida Winanda, petugas surveilans rumah sakit, fluktuasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk paparan virus atau bakteri, kekebalan tubuh anak, dan kebersihan konsumsi makanan.
“Anak-anak sangat mudah terserang diare jika mengonsumsi makanan yang tidak terlindungi atau minum air yang tidak dimasak dengan baik,” jelasnya pada Kamis (9/10/2025).
Ida juga menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu selama pancaroba turut berkontribusi terhadap penurunan daya tahan tubuh anak, yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
“Ketika imunitas menurun dan asupan makanan tidak higienis, risiko terkena diare pun meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Sebagai tindakan pencegahan, ia mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, seperti mencuci tangan sebelum makan serta memastikan makanan dimasak dan disimpan secara benar.
“Menjaga kebersihan seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari, terlebih jika ada anak kecil di rumah. Pencegahan selalu lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan,” tegasnya.
RSUD Ratu Zalecha juga menegaskan komitmennya dalam memantau perkembangan penyakit menular melalui sistem pemantauan aktif, guna memastikan deteksi dini dan penanganan cepat apabila terjadi peningkatan kasus.









