Korban Diduga Keracunan Program MBG di Martapura Meningkat Jadi 86 Siswa, Orang Tua Khawatir dan Trauma

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 02:34 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, terus bertambah. Hingga Kamis tengah malam (10/10/2025) tercatat sebanyak 86 siswa dari beberapa sekolah terdampak.

Para korban berasal dari berbagai sekolah seperti SD Muhammadiyah Martapura, SDN 1 Pesayangan, MAN Assalam, MTs Assalam, MI Assalam, dan SMAN 1 Martapura. Mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi nasi kuning dan sayur yang dibagikan dalam program MBG pada Kamis siang.

Salah satu orang tua korban, Rahmawati, menyampaikan kekhawatirannya. Ia bercerita bahwa anaknya sempat mengeluhkan rasa sayur yang terasa asam dan seperti mulai basi sehingga hanya memakan ayamnya saja.

Baca Juga :  Pemkab Banjar Gelar Baayun Maulid, 200 Anak PAUD Ikut Lestarikan Budaya Banjar

“Saya tahu kabar ini dari tayangan live di TikTok yang memperlihatkan anak-anak dibawa ke rumah sakit. Saya langsung cemas karena anak saya juga ikut makan di sekolah,” ujarnya saat ditemui di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Rahmawati mengatakan, anaknya kini masih menjalani perawatan dan mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Ia berharap pemerintah lebih teliti dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Baca Juga :  Siap Tempur di Kejurnas Arum Jeram R4 Bali, FAJI Kalsel Turunkan Dua Tim Bidik Podium

“Sekarang anak saya takut makan dari program itu lagi. Kalau bisa, bantuan berupa uang lebih baik supaya orang tua bisa menyiapkan sendiri makanan anaknya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan trauma yang dirasakan sebagai orang tua ketika melihat anaknya harus dirawat akibat dugaan keracunan makanan.

“Saat ini saya masih trauma dan melarang anak saya untuk ikut makan MBG dulu. Saya yakin ini juga berdampak pada kondisi psikologis anak,” kata Rahmawati.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA