pro1.id, MARTAPURA – Menjelang kegiatan 5 Rajab di Sekumpul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mulai mempersiapkan berbagai fasilitas dan pengamanan, baik di jalur darat maupun air. Persiapan ini meliputi penyediaan tandon air, kapal penyelamat, tenda dapur, serta pengaturan relawan untuk mendukung kelancaran acara.

Plt. Kalak BPBD Banjar, Agus Siswanto, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya kembali menyiapkan fasilitas utama serupa tahun sebelumnya. Saat dihubungi melalui WhatsApp, Agus menjelaskan bahwa BPBD telah menyiapkan 165 tandon berkapasitas 1.500 liter untuk mendukung operasional dapur yang tercatat dalam daftar tim induk.
“Tandon-tandon ini difokuskan untuk dapur yang ada di posko induk. InsyaAllah jumlahnya sudah cukup,” ujar Agus.
Bagi dapur yang berada di luar daftar induk, BPBD menerima dukungan dari perusahaan produsen tandon yang bersedia meminjamkan sekitar 200 unit, serta dukungan tambahan 20–25 tandon berkapasitas 2.500 liter dari BPPW.
Dalam hal kesiapan di jalur air, Agus menyebutkan pihaknya menyiapkan tiga perahu karet. Selain itu, beberapa instansi juga memberikan dukungan, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Satu kapal besar disiapkan di Dermaga Darussalam dan satu perahu karet di Dermaga Amanah untuk operasi penyelamatan dari Tanjung Rema hingga Sungai Paring.
BPBD sendiri bertugas memantau jalur dari Dermaga Indrasari hingga Dermaga Bypass, termasuk memastikan transportasi aman bagi para ulama yang menuju pusat kegiatan. Selain tandon dan kapal, lembaga ini juga menyiapkan 5–8 tenda untuk dapur-dapur di tim induk.
Agus menambahkan, BPBD menyediakan lapangan khusus bagi jamaah yang tidak dapat memasuki kawasan Sekumpul, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
“Lapangan ini kami siapkan karena sebelumnya ada jamaah yang tidak bisa masuk, sehingga mereka berkumpul di sini,” jelasnya.
Jumlah personel BPBD tahun ini berkurang dibandingkan sebelumnya, karena beberapa anggota lulus seleksi P3K dan ditempatkan di SKPD lain. Saat ini, personel berjumlah sekitar 20 orang, termasuk PNS, sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) tersisa sekitar 10 orang.
Untuk menutupi kekurangan, BPBD menggandeng relawan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta relawan lokal. Agus menegaskan bahwa fasilitas air yang disiapkan hanya untuk kondisi darurat, bukan untuk transportasi jamaah. Pengecualian diberikan hanya bagi ulama yang membutuhkan akses cepat ke lokasi kegiatan.
Mengingat kegiatan berlangsung pada musim hujan, Agus mengingatkan jamaah untuk membawa perlengkapan pribadi, seperti jas hujan untuk pengendara roda dua, dan memperhatikan lokasi parkir yang telah ditentukan bagi pengendara roda empat.
Selain itu, BPBD menyiapkan dua tower light untuk pencahayaan malam di area parkir Mohibbin. Tahun sebelumnya, tower light ditempatkan di SDN Indrasari, namun tahun ini dialihkan sesuai kebutuhan lapangan.









