Disbunnak Paser Pastikan Stok Daging Jelang Idulfitri Aman, Harga di Pasar Sekitar Rp160 Ribu per Kilogram

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 17:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, TANAH GROGOT – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Paser memastikan ketersediaan daging sapi menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi aman.

Kepala Disbunnak Paser, Djoko Bawono, mengatakan pasokan daging di daerah tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Insya Allah stok daging aman untuk menghadapi Idulfitri. Sampai sekarang pasokan masih tersedia,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon oleh tim Proone.id, Senin (16/03/2026).

Ia menjelaskan, setiap hari pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Rata-rata pemotongan mencapai tiga hingga lima ekor sapi per hari, bahkan pada beberapa waktu terakhir meningkat hingga delapan ekor.

Baca Juga :  Tokoh Lintas Agama di Paser Bertemu di Seniung Jaya, MUI Dorong Moderasi dan Dialog Antarumat

Menurut Djoko, selain daging segar dari pemotongan lokal, saat ini daging beku juga banyak beredar di pasaran. Produk tersebut umumnya dipasok ke berbagai outlet yang memiliki fasilitas penyimpanan dingin.

“Yang cukup banyak di pasaran itu sekarang daging beku. Sudah masuk ke beberapa outlet yang punya cold storage,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari pasar, harga daging sapi segar saat ini berada di kisaran Rp160 ribu per kilogram menjelang Idulfitri.

“Informasi terakhir sekitar Rp160 -170 ribu per kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, harga daging beku biasanya lebih murah karena berasal dari impor, berbeda dengan daging segar yang berasal dari pemotongan sapi lokal.

Baca Juga :  Korban Tenggelam di Sungai Songka Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Pencarian

Meski demikian, Djoko menyoroti harga pembelian sapi dari peternak yang dinilai masih relatif rendah. Kondisi tersebut menurutnya kerap menimbulkan selisih harga cukup besar antara harga beli dari peternak dan harga jual di pasar.

“Kadang sapi pejantan dibeli dari peternak dengan harga yang cukup murah, tapi dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Disbunnak Paser juga mengimbau agar para pelaku usaha tetap memperhatikan kewajaran harga, terutama dalam pembelian sapi dari peternak lokal.

“Kami berharap sapi dari peternak lokal bisa dihargai lebih sewajarnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tekan Pengangguran, Pemkab Paser Gulirkan 13 Pelatihan Kejuruan Bersertifikat BNSP
Paser Siap Gelar Kejuaraan Paralayang Internasional, Atlet Dunia Dijadwalkan Ambil Bagian
Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Paser Resah Kebijakan Ekspor Baru
Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Lima Rumah di Longkali
Disbunak Paser Pastikan Stok dan Kesehatan Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha 2026
Korban Tenggelam di Muara Toyu Ditemukan Meninggal, Dievakuasi Malam Hari
Bocah 8 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Muara Toyu, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Tragedi Kebakaran Subuh di Tanah Grogot, Dua Penghuni Tak Terselamatkan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:16 WITA

Tekan Pengangguran, Pemkab Paser Gulirkan 13 Pelatihan Kejuruan Bersertifikat BNSP

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:14 WITA

Paser Siap Gelar Kejuaraan Paralayang Internasional, Atlet Dunia Dijadwalkan Ambil Bagian

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WITA

Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Paser Resah Kebijakan Ekspor Baru

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:58 WITA

Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Lima Rumah di Longkali

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:38 WITA

Disbunak Paser Pastikan Stok dan Kesehatan Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:55 WITA