pro1.id, TANAH GROGOT – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Paser, drh. Al Habib mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengawasan menyeluruh untuk memastikan hewan kurban yang beredar sehat dan layak dipotong.
“Intinya kami memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat sehat, layak dan dagingnya aman dikonsumsi,” ujarnya, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, pengawasan dilakukan mulai sebelum pemotongan hingga setelah proses penyembelihan berlangsung.
Pengawasan tersebut melibatkan tim dari dinas bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Paser.
Untuk ketersediaan hewan kurban, Disbunak Paser mencatat stok sapi saat ini mencapai sekitar 1.500 ekor, sedangkan kambing sekitar 475 ekor.
“Insya Allah stok aman karena selain dari peternak lokal juga ada pemasukan ternak dari luar daerah,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian besar sapi kurban yang masuk ke Kabupaten Paser berasal dari wilayah Sulawesi Selatan melalui Kalimantan Timur.
Kenaikan harga sapi tahun ini, lanjutnya, juga dipengaruhi biaya distribusi dan harga BBM.
Terkait kesehatan ternak, pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyusul masih ditemukannya kasus di sejumlah daerah Kalimantan Timur.
“Walaupun PMK tidak menular ke manusia, pengawasan tetap kami lakukan untuk memastikan hewan kurban aman,” jelasnya.
Selain PMK, beberapa penyakit ringan seperti cacing hati juga menjadi perhatian petugas. Namun menurutnya kondisi tersebut umumnya tidak membahayakan konsumsi daging apabila ditangani dengan benar.
Disbunak Paser menyebut jenis sapi yang paling dominan dijadikan hewan kurban masyarakat adalah sapi Bali karena harganya relatif lebih terjangkau dan mudah diperoleh.
“Sapi Bali paling banyak diminati masyarakat karena lebih murah dan banyak diternakkan petani lokal,” ucapnya.
Sementara untuk sapi berukuran besar seperti limousin dan simental biasanya digunakan untuk kurban bantuan pejabat maupun perusahaan.
Tahun ini Kabupaten Paser juga mendapat bantuan satu ekor sapi kurban jenis limousin berbobot sekitar satu ton dari Presiden Republik Indonesia.
Selain pengawasan kesehatan ternak, Disbunak Paser juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan hewan kurban.
Masyarakat diminta tidak membuang limbah pemotongan ke sungai maupun saluran air guna mencegah pencemaran lingkungan.
“Kami mengimbau limbah kurban dimusnahkan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,” pungkasnya.









