pro1.id, BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Keolahragaan bertema pemanfaatan sistem informasi olahraga, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus cabang olahraga (cabor) se-Kalsel sebagai langkah awal membangun tata kelola olahraga yang modern dan berbasis data.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pembenahan sistem pendataan olahraga secara menyeluruh dan berkesinambungan.
“Kami memberikan pembekalan kepada pengurus cabang olahraga agar memahami dan mampu mengoperasikan sistem informasi keolahragaan. Ke depan, kita ingin memiliki basis data yang objektif, transparan, dan selalu diperbarui,” ujarnya.
Menurut Pebriadin, sistem ini akan memuat informasi lengkap terkait ekosistem olahraga di Kalimantan Selatan, mulai dari atlet, pelatih, wasit, perangkat pertandingan, hingga kebutuhan spesifik masing-masing cabang olahraga. Data tersebut akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan program, penyelenggaraan event, hingga perencanaan anggaran yang tepat sasaran.
“Dengan data yang terintegrasi, pemetaan potensi dan kebutuhan olahraga bisa dilakukan secara lebih akurat. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan sistem informasi olahraga juga selaras dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan peningkatan prestasi sebagai salah satu prioritas.
“Ini bukan sekadar administrasi, tetapi fondasi dalam membangun pembinaan olahraga yang lebih terarah dan profesional,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber dari Smart Banua Tech, Rizky Fadhillah, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan berbasis website dan dirancang sebagai pusat database olahraga Kalimantan Selatan.
“Setiap pengurus cabang olahraga nantinya memiliki data atlet yang terdokumentasi dengan baik. Harapannya, kita memiliki data yang valid dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk event tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Rizky mengakui, selama ini masih ditemukan persoalan atlet asal Kalsel yang tercatat memperkuat daerah lain akibat lemahnya sistem pendataan. Melalui platform ini, seluruh elemen keolahragaan—mulai dari atlet, pelatih, wasit, pengurus, hingga tenaga pendukung seperti terapis dan dokter olahraga—akan terdata secara sistematis.
Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan berikutnya akan mencakup pendataan sarana dan prasarana olahraga di seluruh kabupaten/kota.
“Untuk tahap awal, fokus pada atlet aktif. Namun atlet junior, senior, bahkan yang sudah tidak aktif tetap bisa dimasukkan sebagai arsip database. Jadi seluruh riwayat atlet Kalsel bisa terdokumentasi,” tambahnya.
Dengan hadirnya sistem informasi keolahragaan tersebut, Dispora Kalsel optimistis pengelolaan olahraga di Banua akan semakin tertata, profesional, dan berbasis data, sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi di tingkat regional hingga nasional. (SUMBER : MC KALSEL)









