pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai mematangkan rencana pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan pendidikan menengah atas di kawasan permukiman baru sekitar bandara.
Sekolah baru tersebut direncanakan berdiri di lahan yang berdekatan dengan SMPN 15 Banjarbaru, tepat di area tanah kosong yang telah dihibahkan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru kepada Pemprov Kalsel.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat, mengatakan pembangunan SMA 6 dilatarbelakangi pertumbuhan penduduk yang cukup pesat di wilayah tersebut. Keberadaan SMP di lokasi itu menjadi indikator kuat adanya potensi peserta didik.
“Di sana sudah ada SMP. Lulusannya bingung mau melanjutkan ke mana. Kalau ke SMA 4 di Liang Anggang jaraknya cukup jauh dan kapasitasnya juga sudah padat,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Menurut Dedi, minat masyarakat terhadap sekolah negeri di Banjarbaru terus meningkat. Pengalaman saat pembangunan SMA 5 sebelumnya menunjukkan animo yang tinggi, sementara jumlah SMA negeri masih terbatas dibanding pertumbuhan penduduk.
Ia menegaskan, salah satu syarat pendirian sekolah baru adalah adanya tarikan siswa yang memadai. Kondisi di kawasan tersebut dinilai telah memenuhi kriteria.
“Lokasinya memang strategis, dekat SMP, dan lahannya sudah tersedia melalui hibah Pemko. Itu menjadi urgensi utama,” jelasnya.
Selain menjawab kebutuhan daya tampung, pembangunan SMA 6 juga mendukung kebijakan zonasi agar siswa dapat mengakses sekolah lebih dekat dari tempat tinggalnya.
Dari sisi perencanaan, desain pembangunan telah disusun sejak tahun lalu dan pada 2026 proyek ini masuk dalam daftar proyek strategis provinsi. Saat ini, tahapan perencanaan dan kajian lingkungan telah rampung dan tengah dalam proses review oleh inspektorat.
Pembangunan akan dilakukan bertahap. Tahap awal difokuskan pada ruang kelas, ruang kantor, serta fasilitas dasar seperti toilet putra dan putri.
“Untuk tahap awal tentu kita siapkan ruang kelas, kantor, dan fasilitas dasar. Selanjutnya akan dilengkapi secara bertahap seperti pembangunan SMA 5,” katanya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, SMA Negeri 6 Banjarbaru ditargetkan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027, meski kemungkinan awal hanya membuka satu rombongan belajar.
Setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah akan menerbitkan izin operasional, menunjuk Pelaksana Tugas kepala sekolah, serta mengurus Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) agar sekolah terdaftar dalam sistem Dapodik.
“Setelah izin operasional dan NPSN terbit, baru bisa diangkat kepala sekolah definitif,” tambah Dedi.
Hadirnya SMA Negeri 6 diharapkan mampu memperluas akses pendidikan menengah atas di Banjarbaru sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan yang terus berkembang.









