pro1.id, TANAH GROGOT – Upaya pencarian korban serangan buaya di Sungai Sangkuranai, Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama Muhammad Helmi (36), warga Desa Kerang, ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (19/01/2026) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Paser, Ruslan, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA setelah dilakukan pencarian sejak sehari sebelumnya. Namun demikian, kondisi korban saat ditemukan tidak utuh sehingga proses pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan bagian tubuh korban lainnya.
“Korban sudah ditemukan, tetapi kondisinya tidak utuh. Saat ini tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap bagian tubuh korban yang belum ditemukan,” ujar Ruslan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Saat itu, korban bersama seorang rekannya tengah menjala udang di pinggir Sungai Sangkuranai, tepatnya di Blok C47/48 wilayah operasional PT Pradiksi Gunatama Tbk, RT 001 Desa Kerang.
Berdasarkan keterangan saksi, ketika saksi sedang mengumpulkan hasil jala, ia mendengar teriakan korban. Saat menoleh ke arah suara, saksi melihat korban telah diterkam seekor buaya dan diseret ke tengah sungai hingga menghilang dari permukaan air.
Saksi kemudian meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Engau. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan dan dikoordinasikan dengan BPBD Kabupaten Paser untuk dilakukan upaya pencarian.
Sejak laporan diterima, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Sangkuranai menggunakan perahu karet dan perahu fiber, baik di sekitar lokasi kejadian maupun ke arah hilir sungai.
Ruslan mengungkapkan, proses pencarian dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan. Selain keterbatasan sinyal komunikasi, tim juga kesulitan mendeteksi keberadaan buaya karena kondisi air sungai yang keruh serta tingginya risiko serangan satwa buas.
“Risikonya cukup tinggi karena ini habitat buaya. Tim harus ekstra hati-hati selama melakukan pencarian,” jelasnya.
Hingga korban ditemukan, pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Paser, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak perusahaan, relawan, serta masyarakat setempat.
Setelah korban ditemukan, jenazah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, tim gabungan tetap bersiaga dan melanjutkan pencarian lanjutan di sekitar lokasi kejadian.
BPBD Kabupaten Paser kembali mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Sungai Sangkuranai diketahui merupakan habitat buaya, sehingga aktivitas di bantaran sungai berisiko tinggi, terutama saat air sungai pasang.
Sumber data : Pusdalops BPBD Paser









