pro1.id, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) 2025 sebagai upaya memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Bamega, Senin (27/10/2025), dihadiri pejabat pemerintah daerah, Forkopimda, unsur kecamatan, serta perwakilan instansi dan mitra terkait.

Wakil Bupati Kotabaru sekaligus Ketua TPPS, Syairi Mukhlis, S.Sos, menyampaikan bahwa berdasarkan SSGI 2024, angka stunting di Kabupaten Kotabaru mencapai 23,2 persen, meningkat dari 20,1 persen sebelumnya.
“Ini menjadi tantangan bersama. Kita perlu langkah strategis agar angka stunting bisa ditekan sesuai target provinsi bahkan nasional,” tegasnya.
Rapat membahas evaluasi capaian program, kendala di lapangan, serta strategi percepatan penurunan stunting. Syairi menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi, mulai dari Dinas Kesehatan, DPPPAPPKB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga pemerintah desa dan dunia usaha melalui program CSR. Ia juga mendorong pengembangan inovasi digital berupa aplikasi pemantauan gizi balita untuk deteksi kondisi secara real time.
Kepala DPPPAPPKB Kotabaru, Ir. Sri Sulistiyani, M.Ph, menambahkan bahwa stunting tetap menjadi isu prioritas nasional karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Materi rapat antara lain analisis peningkatan stunting, dampak perkawinan usia muda, optimalisasi peran pemerintah desa, serta sinergi pendanaan CSR untuk intervensi gizi.
“Rapat ini diharapkan memperkuat komitmen semua pihak dan menyelaraskan program sehingga penurunan stunting dapat lebih cepat,” ujar Sri.
Pemkab Kotabaru menegaskan, dengan koordinasi dan kerja sama lintas sektor, kualitas kesehatan anak serta SDM di daerah dapat meningkat, dan prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan. (sumber ; Diskominfo Kotabaru)









