pro1.id, BANJARBARU – Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan melaksanakan panen Eco Enzyme sebagai kelanjutan dari program nasional yang sebelumnya berhasil mencatatkan Rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.

Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan, Ny. Yennie Rosyanto Yudha, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini merupakan tindak lanjut dari gerakan yang diinisiasi Pengurus Pusat Bhayangkari pada November 2025.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat memanen Eco Enzyme. Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi wujud keseriusan kita dalam menjaga lingkungan,” ujarnya pada Sabtu (28/2/2026).
Ia menerangkan, Eco Enzyme dibuat dari proses fermentasi limbah organik, seperti sisa bahan makanan dari dapur SPPG Polda Kalsel, yang diolah menjadi cairan serbaguna dengan berbagai manfaat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran untuk mengelola sampah secara lebih bijak dan bernilai guna.
“Melalui proses ini, limbah dapur yang sebelumnya terbuang kini bisa diubah menjadi produk yang bermanfaat. Ini hasil dari kebersamaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Tak hanya berdampak positif bagi lingkungan, Yennie menambahkan bahwa Eco Enzyme juga berpeluang memberikan nilai ekonomi bagi anggota Bhayangkari.
“Kami berharap ke depannya produk ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga menjadi sumber tambahan pendapatan, karena bisa dimanfaatkan sebagai antiseptik, pupuk, maupun produk turunan lainnya,” katanya.
Sementara itu, akademisi dari Pusat Studi Ecoenzyme Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Dian Masita Dewi, menilai langkah yang dilakukan Bhayangkari sebagai inisiatif strategis dalam penanganan limbah berbasis masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan sinergi yang kuat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat sosial yang luas.
Reporter : Rofhal Akwan
Editor : Ervan Ariya









