pro1.id, MARTAPURA – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Kepolisian Resor Banjar menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Sejumlah potensi gangguan, mulai dari petasan hingga balap liar, menjadi perhatian utama aparat selama bulan suci.
Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, menyampaikan bahwa Ramadan harus menjadi momentum memperkuat nilai ketenangan dan kebersamaan, bukan justru diwarnai aktivitas yang membahayakan keselamatan.
Ia secara tegas melarang penggunaan petasan maupun bahan peledak lainnya. Selain berisiko memicu kebakaran dan cedera, suara ledakan dinilai mengganggu kekhusyukan ibadah.
Tak hanya itu, kepolisian juga akan menindak aksi konvoi, kebut-kebutan, balap liar, serta penggunaan knalpot tidak sesuai standar yang kerap meresahkan masyarakat, khususnya pada malam hari dan menjelang sahur.
“Kami tidak ingin Ramadan ternodai oleh kegiatan yang mengganggu ketertiban. Mari kita jaga bersama suasana tetap aman dan nyaman,” tegasnya, Rabu (18/2/2026).
Tradisi ronda sahur pun menjadi perhatian. Kapolres meminta kegiatan tersebut dilakukan secara tertib tanpa penggunaan pengeras suara berlebihan yang dapat mengganggu warga lain.
Selain potensi gangguan ketertiban, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas. Rumah yang ditinggalkan untuk tarawih atau kegiatan ibadah lainnya harus dipastikan dalam kondisi aman dan terkunci.
Kapolres Banjar turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi antarumat beragama serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu konflik, khususnya di kalangan remaja.
Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan selama Ramadan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan Ramadan tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan.









