pro1.id, BANJAR — Pengembangan ikan papuyu sebagai komoditas perikanan lokal terus didorong Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, bantuan sarana budidaya diserahkan kepada 10 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di sejumlah kecamatan, Senin (25/8/2026).



Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan air tawar yang memiliki potensi ekonomi.

Penyerahan bantuan dilakukan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani, S.Pi., M.Si., didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Bandi Chairullah, S.Pi., M.S.



Kelompok penerima tersebar di Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura; Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat; Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk; serta Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar. Secara keseluruhan, penerima berasal dari enam kecamatan di Kabupaten Banjar.
Masing-masing kelompok memperoleh 6.000 ekor bibit papuyu. Bibit tersebut dibagi ke dalam lima kolam, dengan kapasitas sekitar 1.200 ekor pada setiap kolam.


Tidak hanya bibit, dukungan yang diberikan juga mencakup berbagai kebutuhan budidaya. Di antaranya kolam bioflok berbentuk bundar berdiameter tiga meter, 40 sak pakan ikan, pranet, baskom, vitamin atau obat ikan, alat pengukur pH dan suhu air, serok, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Sipliansyah Hartani mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia berharap kelompok penerima tidak hanya memanfaatkan bantuan untuk satu siklus produksi, tetapi mampu mengembangkan kegiatan tersebut menjadi usaha yang terus berjalan dan secara bertahap mencapai kemandirian.
“Harapan kami kegiatan ini bisa berkembang, bukan hanya di kelompok ini, tetapi juga kelompok-kelompok lain. Dari hulu sampai hilir, budidaya papuyu bisa berjalan dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sipliansyah.

Pengembangan budidaya papuyu tersebut juga menjadi bagian dari proyek perubahan Papuyu Smart yang membawa konsep sinergi, modern, adaptif, resilien, dan terintegrasi.
Pemkab Banjar bahkan menargetkan pengembangan budidaya papuyu dapat mendorong daerah menjadi salah satu sentra produksi ikan tersebut di Kalimantan Selatan, bahkan memiliki daya saing di tingkat Kalimantan.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Banjar M. Zaini. Ia menilai bantuan sarana budidaya dapat menjadi stimulus bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha perikanan.
Salah satu kelompok yang mendapat bantuan adalah Berkat Maju Bersama di Desa Simpang Empat. Kelompok tersebut menerima 6.000 bibit papuyu, 40 sak pakan, serta sejumlah sarana penunjang lainnya.
Menurut Zaini, bantuan tersebut juga merupakan bagian dari aspirasi masyarakat untuk mengembangkan papuyu sebagai salah satu komoditas ikan lokal unggulan Kabupaten Banjar.
“Harapannya usaha ini terus berlanjut, menghasilkan, dan bisa menopang ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat Kabupaten Banjar. Papuyu ini merupakan ikan lokal andalan kita,” katanya.
Setelah menerima bantuan, kelompok pembudidaya diharapkan mampu mengelola seluruh sarana secara optimal hingga menghasilkan produksi yang berkelanjutan. Dalam jangka panjang, kelompok juga didorong agar dapat memenuhi kebutuhan produksi secara mandiri, mulai dari bibit, pakan hingga perlengkapan budidaya.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi ikan papuyu. Lebih jauh, budidaya ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan perdesaan.










