Kualitas Udara Semakin Memburuk, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Solusi Mendesak

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:09 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : INFOPUBLIK

FOTO : INFOPUBLIK

pro1.id, JAKARTA –  Setiap hari, jutaan penduduk Jakarta dan wilayah sekitarnya terpapar udara dengan kualitas jauh di bawah ambang batas aman menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Masalah ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, daya saing ekonomi, dan masa depan generasi muda.

Menanggapi situasi yang semakin genting ini, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) menekankan pentingnya sinergi antara berbagai lembaga pemerintah dan pemerintah daerah dalam menanggulangi pencemaran udara.

Pesan tersebut mengemuka dalam sebuah lokakarya nasional bertajuk “Membangun Konsensus Nasional Pengendalian Pencemaran Udara di Jabodetabek”, yang digelar dalam rangkaian acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, Jumat (10/10/2025) di Jakarta. Deputi Koordinator Infrastruktur Dasar Kementerian IPK, Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa tantangan pencemaran udara memerlukan kerja sama lintas sektor. “Dua tahun lalu saya menyaksikan langsung buruknya kualitas udara di Jakarta. Situasi ini mengingatkan saya pada Beijing, yang pernah menghadapi kondisi serupa. Mereka berhasil mengatasinya, tapi butuh waktu dan biaya besar,” ujarnya.

Rachmat juga menyoroti adanya kesalahpahaman di masyarakat terkait sumber utama pencemar. “Sering kali PLTU yang disalahkan, padahal sebagian besar polusi berasal dari sektor transportasi dan konsumsi energi sehari-hari. Pembakaran hidrokarbon dari kendaraan, industri, dapur, hingga sampah, semuanya menyumbang penurunan kualitas udara,” jelasnya.

Baca Juga :  Lapas Narkotika Karang Intan Pererat Hubungan dengan Media Lewat Coffee Morning

Kerja Sama Lintas Pihak Demi Udara yang Lebih Sehat

Lokakarya tersebut diselenggarakan atas kerja sama Kementerian IPK, organisasi nirlaba Clean Air Asia (CAA), dan ViriyaENB. Selama dua hari, perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah berdiskusi untuk mengidentifikasi tantangan dan menyusun langkah nyata dalam mengendalikan polusi udara di kawasan Jabodetabek.

Ririn Radiawati Kusuma, Direktur Clean Air Asia Indonesia, menegaskan bahwa dampak polusi udara bersifat luas, mencakup aspek kesehatan, lingkungan, produktivitas, dan ekonomi. “CAA berkomitmen mendukung pemerintah, khususnya di daerah dengan aktivitas tinggi seperti Jabodetabek, untuk memperkuat kapasitas teknis dan kebijakan dalam mendorong terciptanya udara bersih,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya forum kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah sebagai sarana untuk berbagi data, pengalaman, serta memperkuat sinergi kebijakan. “Data yang akurat dan pendekatan kolaboratif adalah kunci dalam menciptakan solusi efektif,” tambah Ririn.


Langkah Strategis untuk Tindakan Kolektif

Puncak kegiatan lokakarya ini ditandai dengan peluncuran dokumen strategis bertajuk “Menuju Udara Bersih Jabodetabek: Sinergi Lintas Kementerian dan Daerah untuk Aksi Kolektif”. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama dalam merancang dan melaksanakan kebijakan pengendalian polusi yang terkoordinasi. Lima pilar utama yang menjadi fokus dalam dokumen tersebut antara lain:

  1. Kelembagaan dan Regulasi: Memperkuat struktur kelembagaan dan menyelaraskan regulasi pengendalian emisi lintas sektor dengan pendekatan berbasis risiko.

  2. Transportasi Bersih: Mendorong pelaksanaan uji emisi kendaraan, pembenahan transportasi publik, penerapan peraturan gubernur terkait kendaraan rendah emisi, serta pembangunan zona rendah emisi (Low Emission Zone/LEZ).

  3. Infrastruktur Teknis: Penyediaan alat pemantauan kualitas udara dan fasilitas uji emisi untuk mendukung pengawasan berbasis data.

  4. Penegakan Hukum: Penerapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran emisi, baik oleh sektor industri maupun kendaraan milik instansi pemerintah.

  5. Peningkatan Kesadaran Publik: Kampanye besar-besaran untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menggunakan moda transportasi ramah lingkungan dan menjaga kebersihan ruang publik.

Baca Juga :  Runway Terbatas, Penerbangan Umrah Langsung dari Syamsudin Noor Masih Terkendala

Deputi Rachmat menyatakan harapannya agar dokumen strategis ini dapat menjadi awal dari langkah kolaboratif yang lebih konkret. “Udara yang kita hirup adalah milik bersama. Sudah saatnya kita menyingkirkan kepentingan sektoral dan bekerja bersama demi kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
Bravo !! Petarung Wasaka Arum Jeram Kalsel Raih Dua Perak dan Satu Perunggu di Kejurnas Bali
FAJI Kalsel Sampaikan Terima Kasih Atas Dukungan untuk Kejurnas Arung Jeram di Bali, Targetkan Naik Podium
Siap Tempur di Kejurnas Arum Jeram R4 Bali, FAJI Kalsel Turunkan Dua Tim Bidik Podium
Super Advanture 2026 Diikuti 120 Tim, Mapala Piranha FPIK ULM Sukses Raih Juara 8
PCNU Banjar Belajar Tata Kelola Organisasi ke Mojokerto, Perkuat Struktur hingga Tingkat Desa
Pemerintah Gelontorkan Rp58,97 Triliun untuk Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana
PITTC 2026 Resmi Ditutup, Bupati Paser Apresiasi Atlet dan Panitia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:16 WITA

Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Selasa, 29 September 2026 - 15:15 WITA

Bravo !! Petarung Wasaka Arum Jeram Kalsel Raih Dua Perak dan Satu Perunggu di Kejurnas Bali

Kamis, 24 September 2026 - 12:57 WITA

FAJI Kalsel Sampaikan Terima Kasih Atas Dukungan untuk Kejurnas Arung Jeram di Bali, Targetkan Naik Podium

Minggu, 13 September 2026 - 18:21 WITA

Siap Tempur di Kejurnas Arum Jeram R4 Bali, FAJI Kalsel Turunkan Dua Tim Bidik Podium

Sabtu, 12 September 2026 - 21:35 WITA

Super Advanture 2026 Diikuti 120 Tim, Mapala Piranha FPIK ULM Sukses Raih Juara 8

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA