Jembatan Penghubung di Desa Pindahan Baru Roboh Diterjang Arus Sungai, Warga Terpaksa Gunakan Kelotok

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:25 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA –  Sebuah jembatan utama di RT 04 Desa Pindahan Baru, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, ambruk pada Minggu pagi (19/10/2025) akibat kuatnya arus sungai. Kerusakan ini menyebabkan akses warga terputus dan aktivitas sehari-hari, terutama anak sekolah, menjadi terganggu.

Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pemerintah desa bersama pihak kecamatan langsung melaporkan peristiwa itu kepada Dinas PUPRP Kabupaten Banjar untuk ditindaklanjuti.

“Begitu jembatan runtuh, laporan langsung kami teruskan ke Kasi dan Kabid Bina Marga PUPRP Banjar. Insyaallah akan segera ditangani,” ujarnya melalui pesan singkat, Senin (21/10/2025).

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar enam meter itu merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Desa Pindahan Baru dengan Desa Sei Musang di Kecamatan Aluh Aluh. Setelah ambruk, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil atau kelotok sebagai alternatif sementara.

Baca Juga :  Dispersip Banjar Ajak Pelajar Rayakan HUT Banjar dan RI Lewat Festival Literasi

“Sekarang warga hanya bisa lewat pakai kelotok, termasuk anak-anak yang setiap hari ke sekolah. Padahal jembatan itu jalur utama mereka,” tutur Wahidin.

Pihak kecamatan disebut sudah melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas PUPRP Banjar agar proses pembangunan jembatan pengganti bisa segera dimulai. Namun, Wahidin mengingatkan bahwa kondisi lapangan perlu diperhitungkan dengan cermat karena arus sungai di lokasi cukup deras, terutama saat air pasang.

“Perencanaan konstruksinya harus matang. Kita berharap pengerjaan bisa segera berjalan agar aktivitas masyarakat kembali normal,” tambahnya.

Sementara itu, sisa-sisa material jembatan masih tampak berserakan dan sebagian hanyut terbawa arus. Warga berharap pemerintah dapat segera membangun kembali jembatan tersebut mengingat jalur itu merupakan akses vital bagi kebutuhan ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA