pro1.id, TANAH GROGOT – Dalam rangka memperkuat peran anak sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak anak, Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Anak di Aula SMP Negeri 2 Tanah Grogot, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah, terutama dalam isu perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Paser.
Rabiatul Adawiah, S.Si., Apt, selaku Analis Kebijakan Ahli Muda DPPKBP3A Paser yang mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa Forum Anak merupakan wadah resmi bagi anak-anak untuk menyalurkan aspirasi dan ide-ide kreatif mereka, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah.
“Forum Anak adalah sarana bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat, ide, dan aspirasi mereka. Forum ini juga berperan penting dalam membantu pemerintah menjalankan program pemenuhan serta perlindungan hak anak,” ujar Rabiatul.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dina Fitrianty, S.Sos., M.A. — Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Sub Koordinator Komunikasi Pimpinan Setda Paser — dan Dian Devi Rosita, S.E., Penata Kelola DPPKBP3A Paser.
Selain membahas peran dan fungsi Forum Anak, para peserta juga dibekali dengan pelatihan kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan public speaking. Melalui pembekalan ini, anak-anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam isu-isu penting seperti pencegahan kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, hingga kesehatan mental.
“Kami ingin anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak semakin berdaya, kritis, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Paser sebagai daerah yang ramah anak,” tambah Rabiatul.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter generasi muda yang tangguh, peduli, dan berjiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara anak-anak dan pemerintah.









