pro1.id, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana melalui Latihan Bersama Relawan Penanggulangan Bencana Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar pada Senin hingga Selasa (27–28 Oktober 2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi semua pihak dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Banjar.
> “Kita semua menyadari bahwa wilayah Kabupaten Banjar memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, tanah longsor, kekeringan, bahkan potensi gempa. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menekan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Yayan menambahkan, pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas para relawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan sumber daya manusia yang tangguh dan siap siaga di lapangan.
> “Relawan adalah ujung tombak penanggulangan bencana. Pembekalan seperti ini sangat penting agar tindakan yang dilakukan benar, cepat, dan terkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banjar, TRC Ikatan Komunikasi dan Bantuan Radio Antar Penduduk Indonesia (IKB RAPI) Wilayah 02 Banjar, Relawan PB Muhammadiyah, TRC PB Nahdlatul Ulama, serta para relawan penanggulangan bencana se-Kecamatan Martapura.
Yayan Daryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
> “Semoga pelatihan ini membawa manfaat besar bagi seluruh peserta dan masyarakat Kabupaten Banjar. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan pelatihan ini saya nyatakan resmi dibuka,” pungkasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, H Abdullah Fahtar menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori tetapi juga diisi dengan praktik simulasi di lapangan.
> “Kegiatan ini menjadi wadah latihan bersama untuk memperkuat koordinasi antarrelawan dan instansi, meningkatkan efektivitas tindakan di lapangan, serta meminimalisir risiko dan dampak bencana,” jelasnya.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi tentang penanganan darurat, komunikasi bencana, hingga praktik simulasi evakuasi di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antarrelawan dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Banjar.









