pro1.id, BANJARBARU – Pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) sistem penyediaan air minum di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan telah selesai sepenuhnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Plt Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan JDU yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 telah rampung hingga akhir Desember.
“Pekerjaan terakhir berupa penyambungan intake dari Sungai Pinang ke pipa assisting milik Balai Wilayah Sungai sudah selesai dilaksanakan,” ujar Ryan saat ditemui di Banjarbaru, Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, proses penyambungan tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Barito Kuala, menandai selesainya seluruh tahapan pembangunan jaringan utama air bersih di wilayah tersebut.
Dengan beroperasinya JDU ini, distribusi air bersih diharapkan dapat menjangkau masyarakat di wilayah Tabunganen, Mekarsari, serta kawasan sekitarnya. Ke depan, pengelolaan dan operasional jaringan akan berada di bawah SPAM Banjarbakula.
Ryan menambahkan, fokus utama pekerjaan tahun ini meliputi pembangunan intake Sungai Pinang serta peningkatan kapasitas reservoir di wilayah Mekarsari. Selain itu, turut dilakukan pemasangan pipa yang melintasi bawah sungai.
“Total panjang jaringan pipa kurang lebih sekitar delapan kilometer, meskipun nanti akan kami lakukan verifikasi ulang untuk memastikan angka pastinya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum, Angga Rinaldi Rizal, menyebutkan bahwa jaringan JDU di Barito Kuala terbagi dalam dua lintasan utama.
“Lintasan pertama menuju Tabunganen dengan panjang sekitar 11 kilometer, sedangkan lintasan kedua ke arah Mekarsari sepanjang sembilan kilometer. Jika ditotal, keseluruhan jaringan mencapai kurang lebih 20 kilometer dan seluruhnya sudah selesai,” ungkapnya.
Selain jaringan pipa, proyek ini juga mencakup pembangunan reservoir berkapasitas 200 meter kubik yang berlokasi di area Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekar Putih. Jaringan baru tersebut terintegrasi dengan jaringan eksisting yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk jalur Mekarsari–Tamban–Tabunganen.
“Dengan koneksi ini, suplai air dari SPAM Banjarbakula sudah dapat masuk ke wilayah Barito Kuala. Selama ini Batola merupakan daerah terakhir yang belum terlayani jaringan regional Banjarbakula,” tutup Angga.
Rampungnya pembangunan JDU ini diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses air bersih bagi masyarakat Barito Kuala sekaligus memperkuat sistem layanan air minum regional di Kalimantan Selatan.
(SUMBER : MC KALSEL)









