pro1.id, KOTABARU – Pengurus Cabang Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Kotabaru resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Masjid Apung Siring Laut, Senin (1/6/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Hasnuryadi Sulaiman, Syairi Mukhlis, Ketua TP-PKK Kabupaten Kotabaru Suci Anisa Rusli, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Awaluddin, jajaran pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta sejumlah tamu undangan.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama dan pemutaran video profil serta kegiatan Yayasan Jantung Indonesia.
Ketua panitia pelaksana, Hj. Ernawati Sulaiman, mengatakan Yayasan Jantung Indonesia merupakan organisasi nasional yang berdiri sejak 1974 dan berfokus pada pencegahan penyakit jantung serta pembuluh darah melalui edukasi dan promosi pola hidup sehat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung semakin meningkat,” ujarnya.
Prosesi pelantikan dilakukan melalui pembacaan surat keputusan oleh Ketua Harian YJI Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Siti Khadijah resmi dikukuhkan sebagai Ketua YJI Cabang Kabupaten Kotabaru.
Ketua YJI Kalimantan Selatan, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, menegaskan bahwa YJI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.
“YJI harus berada di garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat. Kita dorong pembentukan klub jantung sehat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk melibatkan generasi muda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua YJI Kotabaru yang baru dilantik, Siti Khadijah, menyatakan komitmennya untuk menghadirkan berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun gerakan hidup sehat demi mewujudkan Kotabaru yang sehat dan sejahtera,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Hasnuryadi Sulaiman mengapresiasi terbentuknya kepengurusan YJI di Kotabaru. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi salah satu ujung tombak dalam menekan angka penyakit jantung yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
“Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi, namun dapat dicegah melalui pola hidup sehat. Karena itu edukasi harus terus dilakukan hingga ke desa-desa, sekolah, dan posyandu,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kepengurusan yang baru, YJI Kotabaru diharapkan mampu memperluas gerakan hidup sehat hingga ke pelosok desa serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini.









