Perkuat Ketangguhan Warga, BPBD Banjar Gelar Sosialisasi Pemulihan Sosial Pascabencana di Astambul

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:10 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sosialisasi Pemulihan Sosial Pascabencana digelar di Kantor Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga Desa Pasar Jati.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Hana Humaira dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Amiruddin.

Dalam sambutannya, Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto S Hut, mengatakan Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian materiil, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi sosial dan psikologis masyarakat.

“Kerugian akibat bencana tidak hanya berupa kerusakan fisik maupun harta benda, tetapi juga dapat menimbulkan trauma dan mengguncang tatanan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pemulihan sosial pascabencana menjadi sangat penting agar masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal,” ujar Yayan.

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Banjir di Kabupaten Banjar Diperpanjang hingga 18 Januari 2026

Ia menjelaskan, pemulihan pascabencana menjadi tahapan yang sangat penting bagi para penyintas. Keberhasilan proses pemulihan akan menentukan apakah masyarakat mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal, menjadi lebih baik, atau justru semakin terpuruk.

Yayan mengungkapkan, selama ini upaya pemulihan pascabencana lebih banyak difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik. Padahal, aspek sosial dan psikologis masyarakat terdampak juga memerlukan perhatian yang sama besar.

“Melalui forum ini kita ingin menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Kita harus bersama-sama membangun kesiapsiagaan agar lebih tangguh menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa mendatang,” katanya.

Dalam paparannya, Yayan menjelaskan bahwa penanggulangan bencana terbagi ke dalam tiga tahapan, yakni pra bencana, saat bencana, dan pascabencana.

Baca Juga :  BPBD Banjar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Sipai

Pada tahap pra bencana, kegiatan yang dilakukan meliputi pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan. Sementara saat terjadi bencana dilakukan penanganan tanggap darurat serta pemulihan darurat. Sedangkan pada tahap pascabencana, fokus diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

Berbagai upaya pemulihan yang dapat dilakukan di antaranya perbaikan lingkungan dan sanitasi, pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan, pemulihan psikososial, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

Yayan menegaskan, pemulihan psikososial menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana. Melalui pendampingan psikologis, masyarakat diharapkan dapat segera pulih dari trauma dan kembali menjalankan aktivitas sosial secara normal.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut serta berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menyerap ilmu yang disampaikan narasumber dan mampu mengaplikasikannya langsung di tengah masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang tangguh, mandiri dan agamis,” pungkasnya.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA