pro1.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat sektor peternakan dan perikanan di Kalimantan Timur terus dilakukan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini memiliki fasilitas Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Jumat (3/7/2026).
Peresmian fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membangun kemandirian penyediaan pakan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di Benua Etam.
Dalam kesempatan itu, Rudy Mas’ud berharap keberadaan rumah produksi tidak hanya dimanfaatkan oleh peternak di Kutai Kartanegara, tetapi juga mampu melayani kebutuhan pakan bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.
“Harapan kami, produksi dari fasilitas ini dapat menjangkau daerah lain di Kalimantan Timur sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas,” ujarnya.
Saat ini, rumah produksi tersebut memiliki kemampuan memproduksi pakan hingga 200 ton setiap bulan, namun kapasitas yang dimanfaatkan baru sekitar 20 ton per bulan. Karena itu, gubernur meminta pengelola memaksimalkan penggunaan fasilitas agar investasi yang telah dibangun dapat memberikan hasil optimal.
Ia bahkan mengusulkan agar mesin produksi dimanfaatkan secara bergiliran untuk memproduksi pakan unggas maupun pakan ikan, sehingga kebutuhan dua sektor tersebut dapat dipenuhi dari fasilitas yang sama.
Menurut Rudy, apabila tingkat pemanfaatan mesin terus meningkat hingga melampaui 70 persen, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mempertimbangkan penambahan sarana produksi guna meningkatkan kapasitas.
Selain mendukung peternak dan pembudidaya ikan, fasilitas tersebut juga diproyeksikan menjadi penopang kebutuhan bahan baku sektor pangan, termasuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan produksi ayam dan ikan dari petani lokal.
“Kalau pakan tersedia dengan baik, produksi peternakan dan perikanan juga akan meningkat. Harapannya hasil dari masyarakat sekitar bisa terserap untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menerangkan pembangunan Rumah Produksi Bersama tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp8,3 miliar yang bersumber dari APBD Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025.
Ia menilai kehadiran fasilitas itu bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi pakan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong tumbuhnya industri pengolahan berbasis sumber daya lokal di Kalimantan Timur.
SUMBER : PORTAL KALTIM









